Berbahasa Sehat Mencegah Konflik

Berbahasa Indonesia secara sehat menjadi sangat penting ketika mengacu pada maraknya penggunaan bahasa di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik.

 Ilustrasi berbahasa Indonesia secara sehat. (expat.or.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi berbahasa Indonesia secara sehat. (expat.or.id)

Solopos.com, JAKARTA — Butir ketiga Sumpah Pemuda, yaitu ”Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”, seharusnya dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam ruang-ruang pertemuan atau dalam kondisi yang formal menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Di ruang-ruang publik seperti pada papan informasi juga diutamakan penggunaan bahasa Indonesia. Bulan Oktober jamak menjadi bulan penguatan kampanye dan sosialisasi pentingnya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Terpopuler Hari Ini

Pakai Kalung Bandul Rajamala, Wali Kota Solo Gibran Tuai Pujian

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah gara-gara tampil dengan mengenakan kalung berbandul replika Rajamala.

Bus Sugeng Rahayu Seruduk Gran Max Hingga Terguling di Sragen

Daihatsu Gran Max mendadak belok ke kanan sementara pengemudi bus Sugeng Rahayu di belakangnya tak bisa mengendalikan kendaraan sehingga menyeruduk minivan tersebut hingga terguling.

Bakul Tengkleng Ngepruk Harga Jadi Viral, PKL Solo Baru Khawatir

Warung tengkleng yang viral karena dianggap ngepruk alias memasang harga tidak masuk akal membuat PKL lain di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, khawatir.

Waspada! Merapi 3 Kali Keluarkan Wedus Gembel

BPPTKG mencatat Gunung Merapi sejak Senin (6/12/2021) sore, telah mengeluarkan awan panas atau wedus gembel sebanyak tiga kali.

Viral karena Ngepruk Harga? Ini Penjelasan Bakul Tengkleng di Solo Baru

Bakul tengkleng yang viral di Solo Baru, Sukoharjo, menjelaskan harga tengklengnya mahal hingga dianggap ngepruk karena pembeli mintanya menu komplet.

PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru Batal Diterapkan, Ini Gantinya

Pemerintah memutuskan tidak akan menerapkan PPKM level 3 di semua wilayah Indonesia saat momen libur natal dan tahun baru (Nataru).

Pasar Sleko Madiun Hadir Punya Wajah Baru, Bikin Betah

Sebelum menata Pasar Sleko, Wali Kota Madiun mengajak para pedagang terbang ke Bali untuk belajar mengelola pasar dengan bersih.

Bakul Tengkleng Solo Baru Viral Gegara Ngepruk Harga, Apa Kata Pemkab?

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo menanggapi kasus bakul tengkleng di Solo Baru yang viral gegara dianggap ngepruk pembeli dengan harga yang tidak masuk akal.

Terungkap! Dosen Unsri Peluk dan Minta Oral Seks pada Mahasiswinya

Subdit PPA Polda Sumatera Selatan mengungkapkan salah satu dosen Unsri memegang tangan, membuka baju korban, mencium, memeluk, dan meminta korban melakukan oral seks.

Daripada Jajan Mahal, Yuk Bikin Tengkleng Khas Solo dengan Resep Ini

Daripada jajan mahal-mahal, kamu bisa masak sendiri hlo tengkleng khas Solo di rumah dengan resep yang mudah ini.

Begini Cerita Munculnya Hotel-Hotel di Kawasan Kestalan Solo

Hotel-hotel di kawasan Kestalan, Banjarsari, Solo, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan keberadaan Stasiun Solo Balapan.

Sejarah 2 Desa di Sragen yang Landasi Proyek Jembatan Terpanjang Jateng

Pemerintah Kabupaten Sragen akan mewujudkan pembangunan jembatan terpanjang se-Jawa Tengah untuk menghubungkan dua desa, yakni Desa Gilirejo dan Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen.

Inilah Sosok Jayabaya yang Ramalannya Dipercaya Sepanjang Masa

Prabu Jayabaya adalah seorang raja dari Kediri yang terkenal ahli meramal dan sampai saat ini ramalan tentang masa depan darinya dipercaya sebagai mitos.

Ayah Bripda Randy Minta Maaf Atas Kelakuan Anaknya

Nuriono memohon maaf karena kelakuan anaknya juga sempat meresahkan publik, serta menuai kecaman dari berbagai pihak.

Viral Ada Bakul Ngepruk Harga, Ini Hlo Deretan Tengkleng Murah di Solo

Ini hlo ada tengkleng dengan harga yang jauh lebih murah di Solo dan sekitarnya, Bahkan, ada yang seporsi Rp10.000 saja.

Sirnoboyo Inovasi Award Wonogiri Munculkan Belasan Hasil Inovasi

Ajang SIA 2021 diikuti 13 peserta perorangan dan kelompok pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, makanan olahan, dan kesenian-kerajinan.