Berawal Tanya Alamat, Begini Kronologi Penganiayaan Guru Ngaji di Gonilan Sukoharjo
Ilustrasi penganiayaan. (Solopos.com)

Solopos.com, SUKOHARJO – Seorang guru ngaji di Gonilan, Kartasura, Sukoharjo,  Rustasir, 41, menjadi korban penganiayaan warga yang dilatarbelakangi dendam. Pelaku penganiayaan itu adalah warga Morodipan, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Yudi Setyo Nugroho, 30.

Pelaku menganiaya Rustasir hingga babak belur pada Rabu (12/8/2020). Selain menganiaya guru ngaji, ada dua orang lain yang menjadi korban penganiayaan saat mencoba melerai kejadian tersebut.

Kedua orang yang terluka itu adalah Adi Iswanto, 36, dan Ahmad Nur Arifin, 34. Mereka mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan pelaku.

Kudu Tahu! Ini 7 Ciri-Ciri Warung Pakai Jin Pelaris

Informasi yang dihimpun Solopos.com, penganiayaan guru ngaji di Sukoharjo ini bermula sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu Rustasir dan Ahmad Nur Arifin berangkat dari Masjid Barokah Desa Gonilan menuju rumah Sadimin selaku takmir masjid Nurul Islam yang berada dekat dengan rumah pelaku.

Korban berjalan kaki menuju rumah Sadimin. Namun di tengah perjalanan, korban Rustasir mencoba bertanya kepada salah satu warga di mana lokasi rumah Sadimin. Seusai bertanya, saat korban melanjutkan perjalanan secara tiba-tiba dihampiri pelaku yang datang dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku lantas langsung menabrakan sepeda motornya ke arah guru ngaji.

Tak cukup disitu, pelaku turun dari sepeda motor dan menghajar si guru ngaji pada bagian kepala hingga babak belur. Mengetahui rekannya dianiaya, Ahmad Nur Arifin berusaha melerai namun malah kena jotos pelaku. Begitu pula dengan Adi Iswanto yang ada di lokasi dan berusaha melerai penganiayaan yang dilakukan kepada guru ngaji di Sukoharjo itu.

Petugas Makamkan Korban Covid-19 Pakai Tangan karena Warga Takut Pinjamkan Cangkul 

Dilerai

Aksi pelaku berhenti setelah Sadimin keluar dari rumah dan melerai keributan. Korban yang mengalami luka akibat pukulan pelaku dibawa ke rumah sakit untuk diberikan penanganan lebih lanjut. Atas aksi pemukulan itu, para korban kemudian melaporkan kasus penganiyaan ke Polres Sukoharjo.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penganiayaan terhadap guru ngaji itu. Selain itu pihaknya juga mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi.

"Setelah olah TKP dan meminta keterangan para saksi, petugas langsung mencari pelaku penganiaya guru ngaji dan dua korban lainnya," katanya.

Sah! Ini Lokasi Pengadaan Tanah untuk Proyek Tol Solo-Jogja di Karanganyar & Boyolali 

Pelaku Kabur

Namun saat petugas mendatangi rumah pelaku, yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi. Polisi lantas melakukan pengejaran terhadap keberadaan pelaku yang mencoba melarikan diri ke wilayah Yogyakarta.

"Rabu malam hari pelaku berhasil kita amankan di Bantul, Yogyakarta. Pelaku ini mencoba melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya," katanya.

Saat ini, Kasatreskrim mengatakan pelaku penganiaya guru ngaji kini mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo. Kepada penyidik, pelaku mengungkapkan tega menganiaya guru ngaji karena rasa sakit hatinya terhadap Rustasir selama ini.

Dulu Cuma Rp20.000, Berapa Bayaran Mbah Minto Klaten Sekarang? 

"Jadi dendam kesumat bisa dibilang itu lah [pelaku aniaya guru ngaji]. Ada rasa sakit lama saat ikut pengajian sampai saat Iduladha kemarin," katanya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu sepeda motor Honda Beat Nopol AD 3962 ATB, satu kunci sepeda motor yang digunakan untuk menganiaya korban, satu celana pendek warna biru dongker, serta satu kaos singlet warna biru. Pelaku dijerat pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom