Pemilik Cat Village Urban Farming, David Widyatmojo, menunjukkan selada yang ditanam secara hidroponik di Sewu, Jebres, Solo, Rabu (15/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Berawal dari keinginan untuk berhemat dengan makan dari hasil kebun sendiri, seorang pemuda asal RT 004/RW 004, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, David Widyatmojo, 28, melakukan aktivitas berkebun sayur dan berternak ala Pete, karakter utama pada gim legendaris Harvest Moon.

Berbagai sayuran tumbuh mulai dari cabai, selada, tomat, kangkung, di antara dinding dan pagar dengan luas lahan 2 meter x 7 meter di lingkungan rumahnya. Sayuran tersebut siap dipanen untuk dikonsumsi.

Ia mengambil sayur tersebut dan telur ayam dari tiga ayam petelur koleksinya. David mengambil telur ayam yang bertelur satu butir setiap hari. Lalu ia memasak sawi dan telur ayam menjadi olahan capcai.

Konten tersebut diunggah di Channel Youtube David Widyatmojo, empat bulan lalu. Solopos.com berkunjung ke rumah David pada Rabu (15/1/2020) untuk melihat langsung urban farming hidroponiknya itu.

Tanaman sayur di rumah David tinggal sebagian karena baru-baru ini diborong pembeli. Instalasi pipa berdiameter 2,5 inci dibersihkan untuk ditanami bibit sayuran.

Kebun kecil di permukiman padat penduduk Kelurahan Sewu ia beri nama CatVillageFarm_id. "Ceritanya dulu ingin ngirit beli sayuran. Kami coba tanam sayuran," kata David kepada Solopos.com.

Raja Keraton Agung Sejagat Ternyata Bakul Angkringan di Jogja

David dan ibunya, Ester Murtiningsih, 52, menanam sayuran di lahan seluas 1.400 meter persegi untuk dikonsumsi sendiri. Namun, empat tahun lalu mereka direlokasi dari bantaran sungai Bengawan Solo sehingga berusaha memanfaatkan lahan minim dengan sistem hidroponik di rumah baru.

Sayuran yang ditanam di instalasi hidroponik dari paralon, talang rumah, dan gelas plastik bekas, tumbuh subur ketika perwakilan dari Federasi Palang Merah Internasional berkunjung ke rumah cosplayer itu empat tahun silam.

Saat itu federasi ingin membuat mitigasi bencana dan kebun David dipilih sebagai program untuk disosialisasikan kepada warga Sangkrah, Sewu, dan Semanggi.

"Kami membagikan 300 instalasi hidroponik ke warga di tiga kelurahan itu. Kami pilih orang-orang yang berkomimen bertani di kota," katanya.

Program yang dibiayai PMI tersebut kini bisa dijumpai di sebagian kecil sudut-sudut rumah pada tiga kelurahan tersebut. Warga yang mendapatkan bantuan dan pelatihan menjadi petani kota.

Penjual Nasi Sayur Cantik di Alkid Solo Ternyata Lulusan S1 Manajemen

Urban farming sangat bermanfaat bagi keluarga Ester. Mereka bisa menghemat biaya konsumsi dan bisa mendapatkan penghasilan dari urban farming yang dikelola David.

"Kami menjual bibit, sayur, dan pupuk. Sayur kami jual Rp10.000 per tiga pot dari limbah minuman kemasan. Sampah itu kami kumpulkan saat kegiatan sukarelawan atau PMI," kata Ester yang aktif sebagai anggota Sibat Sewu.

Ester menjelaskan David kecil sebenarnya tidak suka makan sayuran. Lalu ia mengajarkan setiap proses menanam sayur hingga panen kepada David. Anak kecil yang semula tidak suka sayur pun dapat dibujuk dengan cara bertani.

"Dia sekarang suka makan sayur. Dia menghargai prosesnya. Anak-anak yang tidak suka sayur bisa diajari. Kami siap bantu," katanya.

Pasangan anak dan ibu ini memiliki visi mengajak masyarakat bertani dan menggemari sayuran. Upaya tersebut membawa David mendapatkan penghargaan Juara I Pemuda Pelopor Bidang Ketahanan Pangan Kota Solo, September 2019 lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten