Berawal Dari Kecurigaan, Begini Kronologi Penangkapan Komplotan Copet di Festival Jenang Solo
Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono (kanan) menunjukkan barang bukti handphone hasil curian sindikat pencopet lansia asal Klaten di Mapolsek Pasar Kliwon pada Senin (17/2/2020) siang. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Komplotan pencopet dengan anggota sejumlah perempuan lanjut usia (lansia) tertangkap saat beraksi di acara Festival Jenang di Dalem Joyokusuman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Senin (17/2/2020) pagi.

Penangkapan tiga anggota komplotan pencopetĀ itu tak lepas dari kecurigaan salah satu penonton, Romadoni, warga Baki, Sukoharjo.

Awal Mula Kejadian

Romadoni menceritakan semula ia dihubungi istrinya, Mayasari, yang kehilangan handphone-nya saat menonton festival itu.

Pengendara Motor Tabrak Mobil Mogok di Barat Flyover Manahan Solo

Romadoni langsung menuju lokasi untuk membantu mencari handphone istrinya.

Saat ia mencoba menghubungi handphone itu, nomornya masih aktif. Ia pun yakin istrinya menjadi korban pencopetan.

Heboh Sungai Garuda Sragen, Warga Sudah Tangkap 7 Ular Piton Dijual Rp40.000/Meter

"Waktu saya di lokasi kok perempuan semua dan mayoritas menggendong anak. Saya memahami wanita yang menggendong anak adalah sasaran empuk pencopet. Lalu saya mencari tempat tinggi untuk memantau situasi," ujarnya kepada wartawan, Senin.

Amati dari Ketinggian

Dari ketinggian dia mengamati. Dia mencurigai seorang wanita bercadar hitam dan terus memantau gerak-geriknya yang menutupi tas seorang penonton dengan cadarnya.

Berita Kriminal Terbaru, Klik di Sini!

Melihat hal itu, ia menghampiri penonton yang tasnya ditutupi cadar oleh wanita mencurigakan tersebut dan memintanya mengecek barang bawaannya. Setelah dicek, ternyata benar penonton itu kehilangan handphone.

Penangkapan Pelaku

"Lalu saya ajak ibu itu menangkap pelaku. Saat ditangkap, pelaku justru berusaha melarikan diri sambil membuang handphone ke semak-semak," ujarnya.

903 Janin Ditaruh di Septic Tank Lalu Dihancurkan Pakai Bahan Kimia di Klinik Aborsi Ilegal

Polisi dan petugas keamanan kemudian menangkap pelaku yang diketahui berinisial SJ. Kepada polisi SJ mengaku beraksi bersama temannya, ST dan PN.

Pengakuan Korban

Salah seorang korban, Estiningsih, warga Purbayan, Baki, mengaku merasa didesak-desak pelaku sebelum mengetahui handphone miliknya hilang. Namun, ia tidak mengetahui kapan pelaku mengambil handphone-nya karena fokus menggendong anak perempuannya.

Masih Bingung? Ini Perbedaan Homeschooling dengan Sekolah Formal

"Saat saya mengecek handphone kok tidak ada tapi saya hubungi masih aktif. Lalu saya melapor ke petugas ternyata yang kehilangan handphone sangat banyak. Akhirnya, saya melapor ke polisi," ujarnya.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho