Berat, Karanganyar Mesti Dongkak Predikat KLA
Ilustrasi kota layak anak alias KLA. (Solopos-Dok.)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kabupaten Karanganyar menyandang kategori pratama sebagai kota layak anak. Meskipun dianggap sudah mencukupi standar, masih ada beban pekerjaan rumah yang dianggap cukup berat untuk meningkatkan predikat menjadi KLA madya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Karanganyar, Agam Bintoro, ketika berbincang dengan Solopos.com di ruangannya, Jumat (23/10/2020).

Boy Group Pentagon Raih Kemenangan Setelah 4 Tahun Debut

Dia mengatakan, hingga kini, Pemkab Karanganyar masih berusaha untuk mempertahankan predikat KLA pratama. Ihwal peningkatan status menjadi madya, menurutnya masih berat lantaran banyaknya PR yang harus dikerjakan untuk memenuhi syarat.

“Indikatornya itu banyak. Untuk mencapai madya itu sudah ngos-ngosan, karena masih banyak yang belum. Contohnya seperti institusinya, sarana dan prasarannya, termasuk penanganan kasus kekerasan terhadap anak,” beber dia.

Perda Hak Anak

Terkait KLA di Karanganyar, menurut Agam, sudah terdapat perda untuk melindungi hak-hak anak. Salah satunya terkait kawasan bebas asap rokok untuk melindungi hak anak terhadap kesehatannya. Meskipun begitu, diakui implementasi di lapangan masih belum cukup baik diterapkan.

“Sudah ada Perdanya. Tapi memang implementasinya itu masih belum cukup baik dilakukan. Seperti taman layak anak kami juga baru punya satu. Jadi memang masih banyak yang diperlukan untuk meningkatkan status predikat yang selama ini sudah dimiliki terkait kota layak anak,” imbuh dia.

Ahli Malaysia Yakin Bungkus Makanan Tak Tularkan Covid-19

Meskipun begitu, menurut Agam bukan berarti Pemkab Karanganyar sudah puas dengan pencapaian predikat KLA pratama yang sudah disandang. Pihaknya masih berusaha untuk meningkatkan sesuai dengan kemampuan Pemkab.

“Sebenarnya Pratama itu kan sudah bagus. Tinggal menjaga atau ditingkatkan. Kami maunya ditingkatkan, tapi memang harus ada rumusan masalah dengan pembahasan sektor mana dulu yang memungkinkan untuk ditingkatkan. Nah itu juga berhubungan dengan kemampuan anggaran juga yang pasti butuh lebih banyak,” ucap dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom