Beras Bansos Berkutu Ditemukan saat Sidak di Kota Mojokerto

Beras berkutu diketahui dalam sidak di dua gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan.  

 Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto melakukan sidak di dua gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan. (Pemkot Mojokerto)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto melakukan sidak di dua gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan. (Pemkot Mojokerto)

Solopos.com, JAKARTA–Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menemukan kutu di dalam beras medium kemasan 10 kg untuk bantuan sosial (bansos) PPKM 2021 dari Kementerian Sosial.

Hal itu diketahui dalam sidak bersama Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, Iptu Hari Siswanto, di dua gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan.  Sidak ini dilakukan untuk memastikan beras bansos dalam kondisi layak konsumsi dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Kepala Seksi Bulog Cabang Surabaya Selatan segera menggantinya sebelum disalurkan kepada warga.

Baca Juga: Doa SBY Agar Pemerintah dan Masyarakat Dapat Atasi Pandemi

“Iya kita temukan [kutu] ini tadi. Ada kondisi yang kurang layak, maka bisa segera dilakukan penarikan jangan sampai didistribusikan dan harus diganti yang lebih layak lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan saat ini terdapat 15.007 KK yang menjadi penerima bansos selama PPKM 2021 di Kota Mojokerto. Jumlah tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 3.136 KK, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 11.844 KK.

Adapun seluruh penerima nantinya akan menerima penyaluran beras medium PPKM 2021 dari Kemensos melalui Bulog, transporter, dan Dinsos Kota Mojokerto pada 30 Juli 2021.

Baca Juga: Kematian Covid-19 Meningkat 36%, Pasien Isoman akan Dievaluasi

 

Dicek Lagi

Soal penyaluran beras, Ning Ita mengatakan pihaknya akan memastikan dahulu kualitas beras yang disalurkan. Dalam beberapa hari terakhir, terdapat pemberitaan kondisi beras bansos yang kurang layak di daerah lain.

“Maka dari itu saya ingin memastikan bahwa beras yang ada di Bulog, yang nantinya akan didistribusikan bagi warga Kota Mojokerto ini benar-benar beras yang layak dan berkualitas. Karena kondisi warga saat ini sudah susah, gak mungkin kita beri yang kurang layak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Komersil Bulog Cabang Surabaya Selatan, Leo Septyianto, memastikan pihaknya akan kembali mengecek dan mengganti paket beras yang berkutu. Ia juga memastikan paket sembako yang akan didistribusikan akhir Juli 2021 tidak dalam kondisi tak layak konsumsi.

Baca Juga: Hebat! Angkat Besi Persembahkan Medali Ketiga Buat Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

“Siap, dalam proses di Bulog sendiri ada proses pembasmian kutu-kutu. Dan ini juga sedang dilakukan proses itu, seperti di gudang Gunung Gedangan ada tumpukan yang ditutup plastik. Kemudian kita kasih obat hingga kutu-kutunya mati dan menguap,” pungkasnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Setahun, Harta Wagub Naik Hampir Rp40 Miliar, Koleksi 72 Unit Kendaraan

Jika dihitung, kekayaan Ijeck dalam setahun, 2019-2020, naik sekitar Rp39,7 miliar.

Salut! Polisi Madiun Angkat 100 Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Dari 166 anak yatim piatu korban Covid-19, 100 di antaranya diangkat menjadi anak asuh anggota Satlantas Polres Madiun Kota.

Chopperland Jokowi Menghilang dari LHKPN, Kok Bisa?

Pada LHKPN terbaru, Jokowi tercatat memiliki alat transportasi dan mesin sebanyak 8 unit.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

118,36 Juta Dosis Telah Disuntikkan, Pemerintah Terus Upayakan Akselerasi Vaksinasi

Akselerasi vaksinasi baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya terus dilakukan Pemerintah.

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Buntut Buka-Bukaan Soal Gaji, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP, Diberi Sanksi?

Krisdayanti dipanggil Fraksi PDIP DPR RI untuk dimintai klarifikasi terkait pernyataannya soal gaji DPR yang membuat heboh.

Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkum HAM Terbalik di Cilacap, 2 Meninggal 5 Selamat

Kapal Pengayoman IV milik Kemenkum HAM terbalik di Cilacapn karena embusan angin kencang yang membuat kapal terbalik.

KPK Rilis Barang Bukti dan Tersangka OTT Kalimatan Selatan

Barang bukti uang senilai Rp345 juta

Guru Besar IPB Sebut Sapi Bisa Memicu Pemanasan Global, Kok?

Sapi dianggap bisa berdampak pada terjadinya pemanasan global akibat gas metana yang hewan ini keluarkan saat bersendawa.

Relawan Kawan Sandi Mulai Bergerak, Dukung Sandiaga Uno Nyapres

Relawan Kawan Sandi dideklarasikan kemarin, Kamis (16/9/2021) sejatinya untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil di tengah pandemi.