Berapa Lama Antibodi Vaksin Covid-19 Bertahan di Tubuh? Simak Ulasannya
Berapa lama antibodi vaksin Covid-19 bertahan di tubuh orang (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, JAKARTA--Pertanyaan berapa lama antibodi vaksin Covid-19 bertahan di tubuh bermain-main di benak kita semua, termasuk peneliti. Apalagi saat ini program vaksinasi telah dilaksanakan.

Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini. Lebih dari 63 juta orang telah mendapat suntikan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi merupakan langkah untuk mengakhiri pandemi, setelah lebih dari satu tahun lockdown dan memakai masker. Baru-baru ini, Amerika Serikat mencatata rekor baru dengan memberikan lebih dari 4 juta dosis dalam 24 jam.

Presiden Joe Biden juga mengonfirmasi mayoritas orang dewasa AS akan memenuhi syarat untuk vaksin pada 19 April 2021, jauh sebelum batas waktu awal 1 Mei 2021. Uji klinis telah menunjukkan bahwa vaksin virus Corona resmi aman dan sangat efektif dalam mencegah infeksi parah Covid-19.

Namun, masih ada satu pertanyaan yang sedang dijawab para peneliti adalah berapa lama perlindungan atau antibodi vaksin Covid-19 sebenarnya bertahan di tubuh?

Baca Juga: Tanda Seseorang Menyukaimu, Perhatikan Gesturnya

Pada 1 April 2021, Pfizer mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 menawarkan perlindungan kuat hingga enam bulan terhadap gejala virus Corona. Secara khusus, data dari studi fase 3 menunjukkan bahwa vaksin itu 91,3 persen efektif mencegah Covid-19 hingga enam bulan setelah dosis kedua dan 100 persen efektif melawan penyakit parah seperti yang didefinisikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

"Enam bulan adalah kerangka waktu untuk mendapatkan informasi yang aman," jelas spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner,  seperti dikutip dari prevention.com dan Bisnis.com, Rabu (7/4/2021).

Namun, bukan berarti vaksin tersebut hanya berlaku selama enam bulan. Pakar penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security Amesh A. Adalja, M.D. mengatakan kemungkinan bahwa vaksin Pfizer dan yang lainnya akan memberikan kekebalan lebih lama dari itu.

Sedangkan untuk masing-masing vaksin Moderna dan Johnson & Johnson diberi otorisasi oleh Food and Drug Administration setelah vaksin Pfizer. Imbasnya. lebih sedikit data tentang kemanjuran jangka panjangnya.

Di sisi lain, seorang spesialis penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University, Richard Watkins,  mengatakan vaksin Moderna akan memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang sama dengan vaksin Pfizer, "[Moderna dan Pfizer] karena memiliki mekanisme tindakan yang sama [mRNA teknologi]," ucap Richard Watkins.

Baca Juga: Dua Kali Alami Peristiwa Mistis Di Tempat Sama, Kisah Wanita Ini Viral!

Lalu mengapa ada sejumlah penerima vaksin Covid-19 gagal membentuk antibodi?  pasalnya tidak semua tubuh cocok dengan vaksin. Menurut dr RA Adaninggar SpPD (@ ningzsppd) masyarakat harus hati-hati dengan euforia tersebut. "Intinya, sistem imun manusia itu sangat kompleks, kekebalan tidak hanya ditentukan oleh antibodi, banyak faktor dan sel imun lain yang juga berperan tapi tidak semua bisa diperiksa," kata Ning, sapaan akrabnya.

Sekitar 2-10 persen orang sehat, gagal membentuk antibodi pada kadar tertentu setelah vaksinasi rutin. Kondisi non responder sudah pernah dilaporkan terjadi pada beberapa vaksin sebelumnya dengan prevalensi yang bervariasi, misal pada vaksin Hepatitis B, hepatitis A, dan influenza. Demikian pula efektivitas vaksin covid-19. Efektifitas vaksin tidak tergantung berapa kadar antibodi, tapi ditentukan oleh sistem imun masing-masing orang, perilaku dan pola hidup bersih dan sehat, faktor vaksin itu sendiri, dan varian virus yang ada di sekitar. Jadi tinggi rendahnya titer antibodi tidak bisa menunjukkan pasti kekebalan seseorang.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom