Berapa Lama 4 Bocah Klaten Bikin Robot yang Bisa Ikut Upacara Bendera? Ini Kisahnya
Empat pelajar SD di Klaten mengikuti upacara bersama robot mereka di Upacara digelar di LKP Autobot di Jl. Kopral Sayom No. 23, Jetak Kidul, Karanganom, Klaten Utara, Kamis (13/8/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Empat bocah di Klaten berhasil membuat robot yang bisa mengikuti upacara bendera layaknya pelajar.

Empat pelajar SD tersebut membuat empat robot yang pada Kamis (13/8/2020) bisa mengikuti upacara bendara di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Autobot School di Karanganom, Klaten Utara, Klaten. Upacara bendera digelar menjelang peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia.

Para siswa hebat ini antara lain Cornelius Yope/Lius, 9 (kelas IV SD Krista Gracia Klaten); Hilal Dastan Anka/Hilal, 9 (kelas IV SD d'Vastu Klaten; Adiyatma Faturahman/Adit, 9 (kelas IV SDN 2 Butuhan, Delanggu); dan Muhammad Eko Pujianto/Eko, 9 (kelas IV SDN 2 Butuhan).

2 Kasus Baru Covid-19 di Klaten dari Juwiring & Jatinom, Diduga Terpapar di Jakarta

Lantas berapa lama empat siswa kelas IV SD tersebut menghasilkan karya mengagumkan tersebut?

Direktur LKP Autobot School Klaten, Agur Yake Mulia, saat ditemui wartawan di sela-sela pelaksanaan upacara, Kamis, mengatakan empat anak tersebut butuh waktu untuk membuat robot. Hal itu karena empat siswa SD di Klaten ini membuat sendiri sekaligus memprogram sendiri robot mereka.

Biaya untuk membuat robot juga disebut tidak sedikit, meski dirinya tak menyebut nilai detailnya.

Diduga Palsukan Tanda Tangan Dukungan, Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Robot Dibuat Selama 3 Pekan

“Robot-robot itu dibuat selama tiga pekan. Dengan cara seperti ini, anak-anak tetap bisa memperingati HUT ke-75 RI di tengah pandemi Covid-19. Anak-anak pun bisa memaknai setiap tahapan upacaranya itu sendiri," kata dia.

Dia menambahkan empat robot yang bisa ikut upacara bendera ini berbeda-beda jenisnya. Dia juga menyebut sebelum pelaksanaan upacara bendera, Kamis pagi, empat pelajar ini sudah berlatih.

"Jenis robot di sini berbeda-beda [dari lego, arduino, dan humanoid]. Inilah hasil karya anak-anak yang membuat dan memprogram sendiri robot-robotnya. Sebelum mengikuti upacara pagi ini, anak-anak sudah berlatih selama 1,5 pekan,” imbuh dia.

Tambah 2 Pegawai Kena Covid-19, Pasien Klaster Inspektorat Solo Jadi 8

Salah seorang pembuat robot, Cornelius Yope, mengaku senang bisa mengikuti upacara menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia.

Rupanya, Yope memanfaatkan waktu luang karena pembelajaran secara online untuk membuat robot. "Di saat ada virus corona ini, saya habiskan waktu membikin robot. Rasanya senang ikut kegiatan ini. Soalnya tetap seru," kata dia.

Salah seorang orang tua siswa, Indri, mengaku salut dengan perjuangan Yope dan kawan-kawannya dalam membuat robot yang bisa ikut upacara. Diharapkan kreativitas itu dapat memotivasi anak-anak yang lain agar tetap berkreasi di tengah pandemi Covid-19.

"Dengan robot ini, anak-anak tetap dapat mengikuti upacara menyambut hari Kemerdekaan RI [meski indoor]. Anak-anak ini sampai enggak istirahat saat membikin robotnya. Begitu pembelajaran daring rampung, anak-anak membikin robot sampai sore. Semangatnya luar biasa," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom