Tutup Iklan
Karim Benzema (Reuters-Sergio Perez)

Solopos.com, BARCELONA — Mestinya tak ada yang meragukan Real Madrid telah kembali ke trek yang benar seusai menghancurkan Espanyol, 4-2, dalam lanjutan Liga Spanyol di RCDE Stadium, Senin (28/1/2019) dini hari WIB. Tak hanya menang dengan skor meyakinkan, mereka tampak menikmati permainan dan memperagakan sepak bola cepat yang menjadi ciri khas Los Blancos.

Dilansir Marca, Senin, kemenangan 4-2 bahkan belum dapat merefleksikan dominasi Madrid di laga itu. Luka Modric dkk. memang berpeluang mencetak lima gol atau lebih karena mencatat sedikitnya 10 peluang matang. Los Blancos tampil dengan intensitas dan tenaga yang membuat Espanyol sulit berkembang. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Madrid di semua ajang seusai dipermalukan Leganes 0-1 di Copa del Rey, 17 Januari 2019 lalu.

Salah satu kunci moncernya permainan Madrid adalah di Karim Benzema. Striker nomor sembilan itu menunjukkan bahwa dia masih sangat layak mengenakan seragam Los Blancos lewat dua gol yang dicetaknya. Golnya di menit keempat, tepatnya detik ke-187, membuka pesta gol Madrid setelah dia mampu memanfaatkan bola mental hasil tembakan Modric.

Opta mencatat itu sebagai gol tercepat Los Merengues di kompetisi domestik musim ini. Satu gol lagi dicetaknya di injury time babak pertama. Tembakan mendatarnya di dalam kotak penalti gagal dihalau kiper Diego Lopez.

Brace tersebut membawa Benzema mengemas sembilan gol di Liga Primera sejauh ini. Capaian itu juga menggenapi koleksi 300 gol Benzema dalam karier profesionalnya sejak 2004. Striker 31 tahun itu bahkan berpeluang mencetak hattrick andai Lopez tak melakukan penyelamatan gemilang di pertengahan babak kedua. “Dia menjalani laga spektakuler hari ini. Madridistas tentu sangat menikmati permainannya,” ujar Pelatih Madrid, Santiago Solari seperti dilansir Marca.

Di balik ketajamannya, Benzema ternyata menahan rasa sakit saat melawat ke markas Espanyol. Jari tangannya bermasalah, tapi dia tak mau melakukan pembedahan karena Madrid sedang membutuhkan tenaganya. Alhasil jarinya hanya diperban. Striker Prancis itu mengalami cedera jari saat melawan Real Betis, 13 Januari.

“Memang sakit sih, tapi saat sudah di lapangan saya hanya konsentrasi ke sepak bola,” kata dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten