Tutup Iklan
Beny Ashar (istimewa)

Solopos.com, SOLO - Nama Beny Ashar menjadi kejutan Persis Solo dalam bursa transfer tengah musim kompetisi Liga 2 2019. Di tengah hantaman cedera yang silih berganti menerpa striker Persis, kehadiran Beny layaknya oase di padang pasir.

Striker yang dipinjam dari Persiba Balikpapan di detik-detik akhir bursa transfer ini pun tak ingin sekadar numpang lewat di Laskar Sambernyawa. Di kancah sepak bola Indonesia, sosok Beny sudah lumayan dikenal.

Pemain 32 tahun ini pernah membela sejumlah tim lintas provinsi seperti Persiba, Madura FC, Perssu Sumenep dan Persbul Buol. Musim lalu striker bertubuh mungil ini tampil impresif dengan membawa Madura FC lolos ke babak delapan besar Liga 2 lewat torehan delapan gol. Dia juga memegang ban kapten di klub berjuluk Laskar Jokotole itu.

Sayang, kepindahannya ke Persiba awal musim ini membuat sinarnya sedikit meredup. Dia pun berambisi mengembalikan performanya ketika memilih pindah ke Laskar Sambernyawa. “Tentu saya ingin memberikan yang terbaik bagi Persis di sisa kompetisi,” ujar Beny yang baru saja menjalani debutnya bersama Persis ketika kalah 0-1 dari Persik Kediri, beberapa hari lalu.

Kehadiran Beny membuat Pelatih Choirul Huda lebih tenang dalam meracik lini depan. Maklum, selama ini para striker Persis yakni Ugiek Sugiyanto, M. Isa dan Dimas Galih bergantian dihantam cedera. Beny mengaku tak memiliki problem berarti dalam adaptasi dengan skuat Persis.

Sebab, pemain kelahiran Bontang itu sudah mengenal beberapa penggawa Laskar Sambernyawa seperti Jodi Kustiawan, Dedi Cahyono, Iman Budi Hernandi dan Ilhamul Irhaz. Beberapa di antaranya pernah satu tim dengan Beny di Madura FC maupun Perssu.

“Tidak ada masalah. Sambutan di sini bagus,” ucap Beny yang berambisi membawa Persis lolos ke babak delapan besar Liga 2.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten