Ilustrasi pembukaan pintu air Waduk Mrica, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Youtube.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Mrica mengungkapkan adanya rekaman video beredar yang menyebut Bendungan PLTA Panglima Besar Sudirman yang populer dengan sebutan waduk Merica di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah jebol. Ditegaskan bahwa kabar beredar itu tidaklah benar.

Penjelasan terkait rekman video yang menyebutkan Bendungan Mrica jebol itu dianggap perlu diberikan karena rekaman video itu viral di media jejaring sosial. Video ini dianggap membuat warga takut. Sebab dalam video terlihat air menyembur dengan begitu kuat.

Selain dalam bentuk rekaman video, kabar meresahkan itu juga beredar melalui foto dengan caption agar warga di bawah waduk berhati-hati. Pasalnya, disebutkan tiga pintu air dibuka.

Rekaman video itu dianggap lebih meresahkan, karena rekaman video ini beredar di kala cuaca sedang hujan terus menerus dalam beberapa hari terakhir.

General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Mrican mengatakan video yang beredar tersebut tidaklah benar, karena yang terjadi adalah adanya pembukaan pintu drawdown culvert (DDC) untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada bendungan saat terjadi kenaikan debit air di waduk tersebut.

"Sehubungan dengan video yang menyatakan bahwa Bendungan Jebol itu Tidak Benar dan yang terjadi karena ada pembukaan pintu DDC yang sudah sesuai dengan standard operating procedure Bendungan apabila ada peningkatan debit air," ujarnya sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2019).

Dikatakannya, pembukaan pintu DDC tersebut karena pada hari Minggu (17/3/19) telah terjadi hujan terus menerus di daerah hulu antara Wonosobo dan Banjarnegara, yang mengakibatkan elevasi waduk tinggi yang mencapai 231,05 mdpl. "Setelah dilakukan pembukaan pintu DDC maka elevasi waduk akan stabil dan dinyatakan dalam range/batas aman. Aktivitas pembukaan pintu DDC ini merupakan hal biasa dan dilakukan sesuai prosedur yang ada di waduk PLTA Panglima Besar Soedirman," ucapnya.

Ditambahkan, fungsi DDC sendiri yakni untuk pembuangan/flushing lumpur disekitar pintu pengambilan air/intake gate, dan pengendalian banjir dengan flow diatas pemakaian turbin dengan pola operasi elevasi 231.20 mdpl maka akan dibuka otomatis atau manual. Namun, dalam kondisi khusus apabila elevasi lumpur didepan intake sudah melebihi batas normal DDC maka akan dilakukan pembukaan untuk flushing.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten