Bendung Prabowo, Ganjar Kumpulkan Kepala Daerah Pro Jokowi di Solo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SOLO -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan para kepala daerah se-Jateng dari partai politik (parpol) pendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin berkumpul di Solo, Sabtu (26/1/2019). Mereka menyatakan berkomitmen untuk memenangkan pasangan itu dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Janji tersebut disampaikan beberapa kepala daerah yang diwawancara wartawan di sela rapat konsolidasi pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dipimpin Ganjar Pranowo di Hotel Alila Kota Solo itu. Mereka mengaku optimistis manuver kubu capres cawapres nomor urut 02 tak akan membuat pasangan itu berhasil mengungguli perolehan suara pasangan nomor urut 01.

Para kepala daerah itu memasang target tinggi perolehan suara Jokowi-Ma'ruf. Hal itu disampaikan Bupati Boyolali, Seno Samodro, kepada awak media. Dia percaya dapat memberikan 71 persen suara wong Boyolali untuk Jokowi-Ma'ruf. “Saya optimistis tembus 71 persen. Insya Allah menuju 80 persen,” tutur dia.

Yang menjadi sedikit ganjalan menurut Seno waktu pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan DPD yang bersamaan. Sebab pada saat bersamaan kader terbaik partai juga fokus terhadap proses pencalegan mereka agar lolos ke parlemen.

“Memang sedikit kerepotan karena agen-agen kami lebih berkonsentrasi kepada nasib pencalegan. Tapi saya dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan mereka tidak boleh lemah. Saya masih optimistis bisa dapat 71 persen,” kata dia.

Untuk perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng, Seno juga tak khawatir. Politikus kawakan itu yakin Jateng tak bisa ditembus kubu capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. “Jateng tak bisa tembus, kami solid. Bukan sombong, tapi percaya diri,” ujar dia.

Penturan senada disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat diwawancara wartawan, Sabtu. Dia memprediksi pasangan Jokowi-Ma'ruf bakal mendulang sedikitnya 75 persen suara di Klaten. Sebab Jokowi telah membuktikan kinerjanya.

Sri menyayangkan kampanye Pilpres 2019 yang dilakukan dengan menyebarkan informasi yang tidak benar di masyarakat. Salah satunya informasi ihwal beras impor yang masuk ke Klaten yang notabene merupakan lumbung beras.

Informasi itu menurut Sri telah dibantah langsung oleh masyarakat Klaten. “Tahun 2018 kami mampu memproduksi 131.000 ton beras. Jadi kami tidak impor beras. Masyarakat Klaten juga tidak mau makan beras impor,” terang dia.

Tak ketinggalan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyatakan optimismenya pasangan Jokowi-Ma'ruf tak akan terkejar oleh pasangan nomor urut 02 di Jateng, dan Soloraya khususnya. Dia mengaku tidak khawatir dengan hasil Pilpres 2019.

“Tak ada kekhawatiran dari kami. Konsolidasi ini lebih adalah agenda untuk menciptakan proses politik berkualitas, mengedukasi masyarakat dengan program-program yang disiapkan. Kontestasi yang kedepankan kebersamaan,” urai dia.

Kendati demikian Joko mengaku tidak mematok angka pasti berapa target perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf di Wonogiri. “Kami tidak berbicara berbasis angka. Yang penting kami dapat kepercayaan mayoritas warga,” imbuh dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho