Tutup Iklan

Bendahara Tamasya Al Maidah, Saracen, dan Orang Tenar di Laporan PPATK

Bendahara Tamasya Al Maidah, Saracen, dan Orang Tenar di Laporan PPATK

SOLOPOS.COM - Bareskrim Polri saat menggelar konferensi pers terkait kejahatan hate speech, Rabu (23/8/2017). (Juli Etha/JIBI/Bisnis)

Nama Riandini yang disebut sebagai bendahara Tamasya Al Maidah, muncul dalam pemeriksaan kasus Saracen dan aliran dananya.

Solopos.com, JAKARTA — Nama bendahara Tamasya Al Maidah mengemuka dalam penyelidikan kasus Saracen. Pada saat yang sama, polisi juga masih menelusuri laporan hasil analisis PPATK terkait kasus ini.

Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap Trihasi Riandini Sito terkait kasus Saracen yang melakukan penyebaran kebencian dan fitnah di media sosial. Namun, diketahui Riandini merupakan bendahara Tamasya Al Maidah.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengungkapkan, bahwa Riandini pernah menjabat sebagai bendahara Tamasya Al Maidah. “Riandini itu bendahara Tamasya Al-Maidah,” kata Irwan, Jakarta, Jumat (6/10/2017), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Sementara itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Dwiyani dalam kasus Saracen. Menurut Irwan, Riandini dan Dwiyani juga merupakan kakak beradik. “Dwiyani member Saracen. Mereka ini adik kakak, satu di Tamasya Al-Maidah, satu di Saracen,” ucap Irwan.

Rangkaian pemeriksaan ini, sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan alasanya pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap bendahara Saracen Mirda alias Retno, Dwiyani alias Tetet, Sito dan Trihasi Riandini Sito.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mencocokkan Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Banyak karena kami sudah dapat hasil dari PPATK akan disinkronkan dari keterangan mereka,” kata Setyo, Selasa (3/10/2017) lalu.

Namun setelah menjalani pemeriksaan, Riandini berdalih tidak terlibat dalam Saracen. Bahkan, perempuan itu juga tak mengakui terlibat dalam aliran dana Saracen. “Tidak ada aliran dana dari klien kami kepada pihak Saracen,” ujar kuasa hukum Riandini, Agustiar, kepada wartawan, Jumat (6/10/2017).

Riandini sendiri telah menjalani pemeriksaan polisi pada Kamis (5/10/2017) malam. Seusai menjalani pemeriksaan, Riandini mengklaim tidak mengetahui kegiatan dari kelompok yang diketuai oleh Jasriadi tersebut.

“Yang jelas dari keterangannya dapat diketahui, Dini sama sekali tidak tahu menahu dengan apa yang disebut Saracen atau apa. Dia tidak mengetahui sama sekali, hanya berita-berita di media itu. Tidak sama sekali,” papar Agustiar.

Sindikat Saracen sendiri mematok tarif puluhan juta rupiah dalam mengemas isu ujaran kebencian dan SARA. Hal itu diketahui dari proposal yang disita polisi. Dalam proposal itu, Saracen meminta dana sekira Rp72 juta.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni JAS, SR, dan MFT lalu, MAH. Terakhir polisi menetapkan Asma Dewi sebagai tersangka ujaran kebencian.

Berita Terkait

Berita Terkini

Terbentur Undang-Undang, Kemenag Solo Tak Keluarkan Izin Tempat Belajar Anak-Anak Perusak Makam di Mojo

Kemenag Kota Solo memastikan tidak mengeluarkan izin keberadaan kuttab atau lembaga pendidikan anak usia dini di Mojo, Pasar Kliwon.

Rumah di Pinggir Jalan Raya Bikin Pusing? Coba Tips Ini

Tanam saja tanaman perdu yang daunnya berwarna-warni. Selain bisa meredam suara berisik, adanya tanaman ini bisa memperindah rumah di pinggir jalan.

7 Rekomendasi Mobil Murah di Bawah Rp100 Juta yang Terjangkau

Dengan harga yang terjangkau, Anda bisa mendapatkan berbagai alternatif mobil murah di bawah Rp100 juta yang cocok untuk kantong Anda.

Warga Sragen Buktikan Ivermectin Ampuh Jadi Obat Covid-19, 5 Hari Mengonsumsi Langsung Negatif

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).