Benda Langit yang Anda Lihat Bisa Jadi Bukan Bintang, Tapi Ini...

SpaceX telah meluncurkan lebih dari seribus satelit yang membuat ruang angkasa penuh dengan benda buatan manusia. Banyak dari satelit itu milik Elon Musk.

 CEO SpaceX, Elon Musk, memeriksa Hyperloop Pod II 27 Agustus 2017. (JIBI/ReutersMike Blake)

SOLOPOS.COM - CEO SpaceX, Elon Musk, memeriksa Hyperloop Pod II 27 Agustus 2017. (JIBI/ReutersMike Blake)

Solopos.com, JAKARTA -- Jika Anda melihat benda langit pada malam hari, bisa jadi itu bukan bintang. Melainkan satelit. Pasalnya, di atas kita ada ribuan satelit yang mengorbit di luar angkasa. Dan, banyak di antaranya milik Elon Musk!

Pria yang belum lama dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia itu memiliki lebih dari seribu satelit.Wow!

PromosiKisah Kesaktian Sunan Bayat, Mengutuk Penyamun Jadi Manusia Domba

Pekan ini, menguti dari Independent, perusahaan luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX, akan menerbangkan 60 unit satelit Starlink melalui roket SpaceX. Itu membuat jumlah satelit Starlink di orbit telah mencapai lebih dari seribu.

Satelit Starlink ini adalah bagian dari ambisi Elon Musk dan SpaceX untuk menciptakan konstelasi sekitar 40.000 satelit di orbit. Tujuannya adalah memancarkan internet kecepatan tinggi ke Bumi untuk nantinya dikomersialkan.

Baca juga: Elon Musk Akan Kirim Manusia ke Bulan

Analisis dari pelacak satelit Celestrak mengungkap bahwa seluruh satelit Starlink yang telah mengorbit mencakup 27,3% dari seluruh satelit yang ada di antariksa. Data ini diperbaharui terakhir pada 1 Februari 2021.

Selain Starlink, beberapa perusahaan lain berbisnis pada bidang sejenis, yakni memancarkan internet dari langit. Salah satunya OneWeb yang didanai oleh Softbank sebagai pesaing terdekat.

Bisa Mengubah Astronomi

Saking banyaknya satelit diluncurkan, Starlink dan Elon Musk mendapatkan kritikan. Menurut laporan dari workshop Satellite Constellations 1 (Satcon1) konstelasi ribuan satelit yang terlihat sangat cerah bisa mengubah astronomi serta mempengaruhi langit malam untuk stargazer di seluruh dunia.

Baca juga: Elon Musk dan Penantian Panjang Indonesia Punya Bandara Antariksa Sendiri

"Kami menemukan bahwa kasus terburuk desain konstelasi terbukti sangat berdampak pada program sains yang paling terpengaruh," tulis laporan tersebut.

Bahkan disebutkan hanya ada satu pendekatan dalam laporan tersebut yang bisa mengatasi masalah ini hingga ke akarnya, yaitu dengan tidak meluncurkan satelit.

"Luncurkan lebih sedikit atau tidak satupun satelit LEO (orbit rendah Bumi). Betapa pun tidak praktis atau tidak mungkin, ini adalah satu-satunya opsi yang teridentifikasi bisa mencapai nol dampak pada astronomi," jelas laporan tersebut.

Sumber: Detik.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Sejarah Tugu Lilin, Dibangun di Solo setelah Gagal di Beberapa Kota

Sebelum dibangun di Solo, Tugu Lilin gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Ulasan tentang kecelakaan lalu lintas di Jl. Solo-Semarang tepatnya Karanggondang, Penggung, Boyolali, Kamis (19/5/2022) pukul 14.15 WIB menjadi berita terpopuler di Solopos.com Jumat (20/5/2022).

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, Mengapa Tidak Tanggal Merah?

Berdasarkan Kepres No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan tanggal merah atau hari libur nasional

Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Media Jangan Telan Mentah-Mentah Hasil Survei

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik media yang menelan mentah-mentah hasil survei termasuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.

Sejarah Hari Ini: 20 Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo Sebagai Harkitnas

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

2 Survei Kepuasan Jokowi Jauh Beda, Rocky: Surveyor Sedang Cari Remah

Rocky Gerung menyoroti dua hasil survei terhadap tingkat kepuasan Presiden Jokowi yang saling bertolak belakang padahal dirilis hampir bersamaan.

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Kompolnas: Briptu Tajir HSB Lakukan Kejahatan Korporasi

Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus penambangan emas ilegal, baju bekas, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat oknum Polri Briptu HSB merupakan kejahatan korporasi.

Akun Medsos Pejabat Singapura Diserbu Pendukung UAS

Hal itu merupakan buntut dari deportasi yang dilakukan Singapura terhadap UAS pada Senin (16/5/2022) lalu.

Fahri Hamzah: Pejabat Singapura Idap Islamphobia

Fahri Hamzah menilai pejabat Singapura mengidap  islamophobia lantaran menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negara tersebut, beberapa hari lalu.

Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Yusuf Mansur mengatakan, dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi agar mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. 

Tampil di Youtube Anak, Yusuf Mansur Sebut Dirinya Asal Ngomong

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai, karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

Menteri Muhadjir Sarankan UAS Jaga Lisan Agar Tak Diusir Singapura

Muhadjir Effendy menyarankan UAS untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti hati orang lain.