SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Aparat kepolisian diminta untuk tetap teliti dalam menyikapi keterangan saksi ahli perihal perusakan pintu Sasana Mulya Keraton Solo dalam tragedi bentrok dua kubu Keraton beberapa waktu lalu.

Dari keterangan saksi ahli yang didatangkan kepolisian, dinyatakan bahwa pintu Sasana Mulya bukan benda cagar budaya.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) Solo, Agus Anwari, kepada Solopos.com, Senin (16/9/2013).

“Pintu itu berada di kawasan Keraton Solo. Yang mana, area Keraton merupakan kawasan cagar budaya. Jadi aparat kepolisian perlu memahami hal itu,” jelas Agus.
Pihaknya meminta kepada petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan aparat kepolisian untuk memandang persoalan perusakan salah satu pintu Keraton secara objektif. Sebab, keberadaan pintu tidak sebatas dinilai berdasarkan status apakah benda cagar budaya atau bukan.

”Saya menduga, BPCB kurang memahami kondisi di lapangan. Artinya, kita semua tahu bahwa Keraton merupakan kawasan cagar budaya. Apa yang ada di dalam kawasan cagar budaya perlu dilestarikan. Jangan sampai gara-gara pintu itu bukan benda cagar budaya kemudian perlakuannya dibedakan,” paparnya.

Tentang perlakuan dan perawatan kawasan cagar budaya, Agus juga mengacu pada bunyi pasal dalam Undang-undang (UU) No. 11/2010 tentang cagar budaya. Dalam bunyi Pasal 62, pengamanan Cagar Budaya dapat dilakukan oleh juru pelihara
dan/atau polisi khusus. Polisi khusus yang dimaksud berwenang melakukan patroli di dalam kawasan Cagar Budaya sesuai dengan wilayah hukumnya.

“Intinya dalam pasal itu menyatakan bahwa benda cagar budaya atau dugaan benda cagar budaya semestinya mendapatkan perlakuan sama. Polisi harus menjaga keberadaan kawasan cagar budaya,” jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya