BENCANA WONOSOBO : Kerugian Tanah Longsor di Wonosobo Rp13,7 miliar
Evakuasi korban tertimpa tanah longsor di Wonosobo, Jumat (12/12/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)

Solopos.com, WONOSOBO — Kerugian akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2014), ditaksir mencapai Rp13,7 miliar. Taksiran atas kerugian bencana Wonosobo itu dikemukakan Sekretaris Daerah Pemkab Wonosobo, Eko Sutrisno, Jumat (12/12/2014).

"Hitungan sementara kerugian akibat longsor setelah hujan hampir dua hari kemarin sekitar Rp13,7 miliar. Kerusakan antara lain sejumlah rumah, jalan, dan jembatan," katanya seusai memantau penanganan beberapa lokasi longsor yang merupakan bagian dari bencana Wonosobo itu, Jumat.

Ia menyebutkan hujan yang mengguyur kawasan Wonosobo telah mengakibatkan longsor di 116 titik di 37 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Tanah longsor yang merupakan bagian dari bencana Wonosobo tersebut telah mengakibatkan 84 rumah rusak sedang dan 32 rumah rusak berat.

"Saat ini kami telah menyalurkan bantuan sementara kepada sejumlah korban berupa makanan dan dana. Namun, bantuan relatif kecil untuk penanganan darurat khusus untuk rumah rusak berat mendapat Rp2 juta hingga Rp3 juta dan kami masih lakukan inventarisasi lagi," katanya.

Akibat longsor itu, menurut dia ada pasangan warga lanjut usia diungsikan karena rumah yang tidak layak untuk ditempati karena lokasi terancam longsor. "Bencana tanah longsor juga mengakibatkan seorang warga Desa Pasuruhan Kecamatan Watumalang ditemukan meninggal dunia. Korban baru ditemukan hari ini," katanya.

Ia mengatakan, beberapa jalur yang terkena longsor, antara lain Wonosobo-Kertek, Wonosobo-Banjarnegara, dan Wonosobo-Dieng. "Sebuah tebing di Desa Tieng di jalur Wonosobo-Dieng mengalami longsor dan sebagian badan jalan terkikis. Namun, jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda empat dengan sistem buka-tutup," katanya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho