SOLOPOS.COM - Tower pemancar antena RSPD Wonogiri roboh menimpa gedung pertemuan, Sabtu (17/3/2018) pada pukul 14.15 WIB. (Ichsan Kholif Rahman/JIBI/Solopos)

Hujan disertai angin kencang merobohkan dua pohon di pinggir jalan Solo-Wonogiri wilayah Selogiri.

Solopos.com, WONOGIRI – Dua pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang di jalan Wonogiri-Solo Km 6, Kaliancar, Selogiri, Sabtu (17/3/2018) pukul 14.00 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas sempat macet.

Promosi Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Khusus IT, Cek Kualifikasinya

Selain dua pohon tumbang, tower pemancar setinggi 40 meter milik Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Wonogiri juga ambruk.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, dua pohon tumbang melintang di jalan Solo-Wonogiri sehingga sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dari kedua arah. Kemacetan mengular hingga 4 kilometer selama lebih dari 1 jam.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu, mengatakan personel BPBD, Polsek Selogiri, dan sukarelawan PMI melakukan penanganan dengan memotong pohon yang tumbang.

Lalu lintas berangsur normal kembali setelah pohon tumbang dapat di evakuasi. Tidak ada korban jiwa akibat tumbangya dua pohon ini. Sementara itu, tower pemancar milik RSPD Wonogiri di Wonokarto roboh sekitar pukul 14.15 WIB.

Menurut warga sekitar, Fandy, sempat terjadi hujan es disertai angin kencang. Tower pemancar roboh menimpa gedung pertemuan tepat di belakang bangunan RSPD dan mengakibatkan atap gedung pertemuan rusak.

Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PLN untuk membantu karena ditakutkan masih ada aliran listrik,” ujar Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Wonogiri, Giyono, saat ditemui Solopos.com di lokasi, Sabtu.

Dia juga menambahkan saat tower pemancar antena roboh, suara Radio Giri Swara milik Pemerintah Kabupaten Wonogiri sedang mengudara dan langsung terhenti. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini sedangkan kerugian material hingga Rp20 juta.

Menurut Giyono, menara itu roboh karena kawat pengikatnya tidak kuat menahan hujan disertai angin kencang. Mengenai siaran yang terganggu, Giyono sudah berkoordinasi dengan teknisi untuk mengatasi masalah tower yang ambruk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya