BENCANA PEKALONGAN : Curah Hujan Tinggi, Waspadai Potensi Tanah Bergerak

Rabu, 3 Februari 2016 - 21:50 WIB Penulis: Jibi Solopos Antara Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/dok)

Bencana Pekalongan diantisipasi dengan cara menginventarisasi potensi tanah bergerak.

Semarangpos.com, PEKALONGAN– Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menginventarisasi beberapa lokasi yang berpotensi terjadi tanah bergerak pada sejumlah kecamatan di kawasan dataran atas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sujadmiko di Pekalongan, Rabu (3/2/2016), mengatakan berdasar hasil inventarisasi banyak desa di Kecamatan Kandangserang, Petungkriono, Doro, dan Lebakbarang berpotensi terjadi tanah bergerak.

“Oleh karena, kami mengimbau warga yang berada di lokasi tanah bergerak agar selalu waspada, apalagi saat ini curah hujan mulai relatif tinggi,” katanya.

Beberapa desa berpotensi tanah bergerak itu, antara lain Desa Kaliombo dan Werdi Kecamatan Paninggaran, Desa Curug Muncar Kecamatan Petungriono, serta Desa Kutorojo.

Ia mengatakan curah hujan pada Januari hingga Februari 2016 sudah masuk kategori menengah tinggi dan diperkirakan puncaknya akan terjadi pada Maret.

Bagi warga yang berada di lokasi rawan, kata dia, agar senantiasa waspada dan segera pindah ke daerah yang lebih aman saat hujan turun deras.

“Jika hujan deras turun, kami mengimbau warga yang berada di lokasi rawan segera mengungsi untuk menghindari korban jiwa. Kami juga telah menyiapkan logistik jika diperlukan,” katanya.

Bambang juga mengingatkan pada delapan pemilik rumah Desa Bubak Kecamatan Kandangserang lebih meningkatkan kewaspadaanya karena lokasinya rawan bencana longsor.

“Delapan rumah tersebut berada di lokasi yang curam dan berdekatan dengan sungai sehingga rawan longsor. Kendati demikian, kami belum berencana mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif