Seorang warga melintas di Balai Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar, Selasa (20/3/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Dusun Tasin di Desa Beruk, Karanganyar, yang dulu dihuni 70 keluarga kini hilang.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satu dusun di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, hilang “ditelan” bumi dalam dua tahun terakhir. Raibnya dusun yang sebelumnya memiliki penduduk sekitar 70 keluarga itu merupakan dampak longsor yang berlangsung selama kurun waktu satu dekade terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Dusun Tasin merupakan salah satu dusun di Beruk yang berlokasi di perbukitan. Desa Beruk yang saat ini meliputi sembilan dusun memang merupakan daerah rawan longsor.

Hal itu disebabkan tanah di Beruk merupakan perbukitan dan mudah bergerak. Sekitar 2007, Dusun Tasin yang dihuni 70 keluarga tertimpa tanah longsor. Sejumlah warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Pascabencana longsor itu, terdapat beberapa warga yag masih bertahan di Dusun Tasin. Namun, dusun tersebut kembali tertimpa tanah longsor. Hingga yang terakhir pada 2016, Dusun Tasin kembali dilanda tanah longsor lagi.

Dampak dari berbagai kejadian tanah longsor itu mengakibatkan Dusun Tasin rata dengan tanah. Saat ini, Dusun Tasin berubah menjadi lahan pertanian atau tanah tegalan.

“Dusun Tasin itu mulai hilangnya sekitar 2016. Semua penduduk yang tinggal di sana sudah berpindah tempat secara mandiri. Warga di sana berpindah ke lokasi yang dinilai lebih aman di Desa Beruk. Sebelum 2016, kami memiliki 10 dusun. Tapi, mulai saat ini kami memiliki sembilan dusun,” kata Kades Beruk, Sartono, saat ditemui Solopos.com, Selasa (20/3/2018).

Sartono mengatakan warga yang pernah tinggal di Dusun Tasin telah beradaptasi dengan warga lainnya di Desa Beruk. Warga yang pernah tinggal di Dusun Tasin itu berpindah ke berbagai dusun di Beruk, seperti Pengkok, Beruk Kulon, Beruk Wetan, Turus, Pringombo, Ngantirejo, dan lain sebagainya.

“Warga Tasin dengan warga lainnya di Beruk dapat hidup berdampingan. Soalnya, mereka memang sudah saling mengenal,” katanya.

Salah satu warga yang pernah tinggal di Dusun Tasin, Susamsi, mengatakan mulai berpindah domisili dari Dusun Tasin ke Dusun Turus sejak satu tahun lalu. Saat ini, rumah di Tasin yang sudah rata dengan tanah difungsikan sebagai tanah tegalan.

“Saya pindah secara mandiri. Saya pindah ke Dusun Turus. Secara geografis, kondisi di Dusun Tasin memang rawan longsor. Saat ini, saya memiliki tanah tegalan di bekas Dusun Tasin itu seluas 3.000 meter persegi,” kata Susamsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten