Musala di Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, Jateng roboh akibat gempa, Rabu (18/4/2018). (Antara-Idhad Zakaria)

<p><strong>Solopos.com, BANJARNEGARA &mdash;</strong> Data korban tewas akibat bencana alam gempa bumi yang melanda sebagian wilayah Jawa Tengah berubah. Redaksi laman aneka berita Okezone dari lokasi menyebutkan tiga warga Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jateng meninggal dunia akibat musibah itu.</p><p>Ketiga korban jiwa akibat bencana alam gempa bumi itu ditemukan di lokasi kejadian dan sebagian di rumah sakit setelah mendapat pertolongan medis. "Korban meninggal sekarang ada tiga orang," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Rabu (18/4/2018). Sebelumnya ia menyebutkan korban jiwa akibat musibah itu dua orang.</p><p>Ketiga korban meninggal itu adalah:<br /> 1. Asep, 13, pelajar, warga Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara,<br /> 2. Asri, 100, petani, warga Dusun Bakalan, Desa Kertosari RT 003/RW 002, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara yang meninggal saat dirawat di RSUD Banjarnegara,<br /> 3. Sumardi, 80, warga Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara</p><p>Sementara itu, korban luka yang sementara dirawat di Puskesmas Kalibening terdapat 19 orang. Dua di antara korban terluka itu dievakuasi ke RSUD Banjarnegara, yakni:</p><p>1. Pundar Susanti, 25, tani, warga Dusun Tasari, Desa Plorengan RT 002/RW 003, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara yang terluka di dahi dan pelipis akibat terkena reruntuhan rumah,<br /> 2. Darmo, 33, warga Gunung Tawang RT 002/RW 001, Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara yang terluka punggung dan dada.</p><p>Bencana alam gempa bumi berkekuatan 4,4 SR dengan kedalaman 4 km tersebut juga mengakibatkan 316 rumah rusak. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa tektonik yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal itu itu berada di darat, pada jarak 52 km utara Kebumen.</p><p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jateng, menginformasikan ke-316 bangunan yang rusak akibat gempa itu berada di Kecamatan Kalibening. "Berdasarkan hasil pendataan sementara diketahui 316 bangunan rumah rusak akibat gempa," ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.</p><p>Dia menyebutkan, dari total 316 rumah rusak, 62 unit di antaranya berlokasi di Desa Kertosari. "Sementara 217 lainnya di Desa Kasinoman dan 37 unit di Desa Plorengan," katanya.</p><p>Gempa, tambah dia, juga merusak sejumlah fasilitas umum, yaitu tiga masjid, satu musala, dan satu gedung sekolah SMPN 2 Kalibening. Sedangkan jumlah pengungsi akibat bencana alam itu sekitar 526 KK yang tersebar di beberapa titik pengungsian, yaitu Desa Kasinoman, Kertosari, Plorengan, dan Desa Sidakangen.</p><p>"BPBD telah membuka posko darurat bencana gempa bumi Kecamatan Kalibening selama tujuh hari ke depan," katanya.</p><p>BPBD, tambah dia, juga telah melakukan evakuasi warga korban bencana ke titik aman atau titik pengungsian. "Pos Pengungsian juga telah dibuka di empat desa yang dibagi beberapa titik di masing-masing desa," katanya.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten