BENCANA JATENG : Korban Tewas Bertambah Jadi 35 Orang, Mayoritas Tertimbun Longsor
Banjir di Bakung, Priaganom, Masaran. Sragen, Minggu (19/8/2016), ketinggian air 80 cm. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Bencana Jateng menimbulkan puluhan korban jiwa, khususnya longsor di Purworejo, Banjarnegara, dan Banyumas.

Solopos.com, JAKARTA -- Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah terus bertambah. Sedangkan jumlah korban hilang dan masih dalam pencarian belum surut.

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebagian besar banjir telah surut. Sedangkan pencarian korban tertimbun longsor masih dilakukan serempak di beberapa titik longsor. Hingga Minggu (19/6/2016) pukul 17.30 WIB, jumlah korban akibat banjir dan longsor totalnya mencapai 35 orang tewas, 25 orang hilang, dan 14 orang luka-luka. Sementara itu, ratusan rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah.

Jumlah korban tersebut muncul di Kabupaten Purworejo (19 tewas, 25 orang hilang, dan 11 luka-luka); di Banjarnegara (6 tewas dan 3 luka-luka); di Kebumen (7 tewas), Sukoharjo (1 tewas), Rembang (1 tewas), dan Banyumas (1 tewas). Sebanyak 31 korban jiwa di antaranya tewas akibat longsor dan 4 lainnya tewas akibat banjir.

Daerah yang paling parah mengalami longsor adalah Kabupaten Purworejo di mana longsor yang memakan korban jiwa terjadi di 5 lokasi. Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano terdapat 9 tewas, 6 hilang dan 1 luka-luka; sedangkan akibat banjir terdapat 4 korban tewas, 2 hilang, dan 7 luka-luka.

Di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo terdapat 1 korban tewas dan 1 luka-luka. Di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing, 2 orang hilang; di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ada 1 tewas dan 4 hilang; sedangkan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo terdapat 4 tewas, 11 hilang, dan 2 luka-luka.

Pencarian korban hilang terhambat kondisi jalan menuju lokasi longsor yang sulit dijangkau, khususnya jalan menuju Desa Dorowati yang rusak karena longsor. Akibatnya, alat berat tidak dapat digunakan untuk mencari korban tertimbun longsor. Pencarian dilakukan secara manual oleh ratusan anggota SAR gabungan. Ada lima alat berat dikerahkan untuk mencari korban di Purworejo.

"Kepala BNPB, Willem Rampangilei, masih dalam perjalanan menuju Purworejo. Sedangkan Tim Reaksi Cepat BNPB telah berada di lokasi mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. BNPB mengerahkan pesawat tanpa awak untuk melakukan kajian cepat dampak bencana. BPBD Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo membantu penanganan darurat di Purworejo," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Minggu.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada akan bencana susulan. Hal ini karena hujan lebat diprediksi masih berpotensi turun hingga Senin (20/6/2016) besok.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom