BENCANA JATENG :  Hujan Ganggu Proses Pencarian Korban Banjir Bandang di Magelang
Para petugas penyelamat dari tim gabungan berhasil mengevakuasi salah satu korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jateng, Minggu (30/4/2017). (Istimewa/Basarnas Jateng)

Bencana berupa banjir bandang melanda kawasan permukiman warga di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Proses pencarian korban banjir bandang di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) terkendala cuaca. Hujan deras yang mengguyur lokasi bencana, Minggu (30/4/2017) siang, membuat tim penyelamat dari Basarnas, BPBD, anggota TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, dan anggota relawan, harus menghentikan proses pencarian.

“Kami enggak mau ambil risiko. Kami khawatir turunnya hujan berdampak banjir bandang maupun longsor susulan di lokasi sekitar bencana. Alasan itulah yang membuat kami menghentikan pencarian hari ini [Minggu]. Pencarian akan kami lanjutkan lagi besok [Senin, 1 Mei 2017] pagi, mulai pukul 07.00 WIB,” beber Kepala Basarnas Jateng, Agus Haryanto, saat dihubungi Semarangpos.com, Minggu sore.

Agus menyebutkan hujan deras memang mengguyur kawasan lokasi bencana sejak Minggu siang. Semakin sore hujan tak kunjung reda dan justru semakin deras. Alhasil, pihaknya pun menghentikan pencarian pada pukul 15.00 WIB.

Selama proses pencarian hari Minggu tersebut, pihaknya sudah berhasil mengevakuasi lima korban yang meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan bangunan. Praktis, hingga hari Minggu sudah ada 10 korban meninggal dunia akibat bencana alam itu.

Dengan ditemukannya 10 korban yang meninggal dunia itu, Agus mengatakan pencarian korban hilang tilang menyisakan dua orang lagi, yakni Masinem, 80, dan Jamilatun, 12. Kedua korban yang hingga kini masih belum diketahui kondisinya itu merupakan warga Dusun Deles, Desa Citrosono, Kabupaten Magelang.

“Dari laporan dan data yang kami terima, tinggal dua warga yang sampai saat ini belum ditemukan. Keduanya merupakan warga Dusun Deles. Praktis, pencarian besok kami fokuskan di Dusun Deles. Semoga bisa lebih singkat, karena lokasinya lebih sempit dibanding pencarian tadi yang terfokus di tiga titik, yakni Dusun Nipis, Dusun Sambungrejo, dan Dusun Deles,” beber Kepala Basarnas Jateng itu.

Bencana alam banjir bandang yang melanda Desa Sambungrejo, Kabupaten Magelang, Jateng, itu terjadi Sabtu (29/4/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, banjir yang datang akibat turunnya hujan deras itu juga memporakporandakan 50 rumah warga yang tersebar di lima dusun, yakni Nipis, Sambungrejo, Deles, Karanglo, dan Kalisapi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom