Sukarelawan, Kamis (19-4-2018), bekerja bakti menurunkan genting yang pecah dari atap masjid di SMPN 2 Kalibening, Banjarnegara, Jateng yang rusak akibat gempa. (Antara-Sumarwoto)

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Bencana alam gempa bumi yang melanda sebagian wilayah Jawa Tengah dan meluluhlantakkan desa-desa di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jateng diikuti beberapa kali gempa susulan. Namun, Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) menyatakan keyakinan gempa susulan tak akan lebih besar dari gempa sebelumnya.

Keyakinan itu diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG, Jl. Angkasa I, Kemayoran, Jakarta sebagaimana dilaporkan laman aneka berita Okezone.com, Kamis (19/4/2018). Menurut dia, gempa berkekuatan 4,4 skala richter (SR) yang mengguncang Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Jateng itu terjadi pada Rabu (18/4/2018) pukul 13.28 WIB.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal, tampak bahwa gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Dwikorita.

Mantan rektor UGM ini melanjutkan, berdasarkan hasil analisis mekanisme pihak BMKG, diketahui bahwa sesar lokal tersebut belumlah teridentifikasi di dalam sumber bahaya dan gempa bumi. “Ini patahan baru saja teridentifikasi dan menambah baru patahan yang aktif,” paparnya.

Selanjutnya, sambung dia, menurut model peta tingkat guncangan (shakemap) guncangan terbesar terjadi di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara dengan skala II SIG BMKG (IV-V MMI). “Artinya getaran dirasakan oleh semua penduduk, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan bangun kontruksi lemah bisa mengalami kerusakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati mengakui terdeteksi beberapa kali gempa susulan. Namun, sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, sangat kecil potensi terjadinya gempa bumi susulan dengan kekuatan atau magnitudo yang besar.

"Hingga hari ini tercatat satu kali gempa susulan terjadi dengan kekuatan magnitudo 2,6 pada pukul 23.32 WIB. Dengan magnitudo gempa susulan semakin kecil, maka tampak bahwa kondisi gempa semakin stabil. Maka, sangat kecil potensi terjadi gempa susulan lebih besar," papat Dwikorita.

Untuk itu, masyarakat—khususnya warga Banjarnegara—diharapnya tetap tenang dan tak terpengaruh isu dari sumber lain selain BMKG, BNPB, dan BPBD. Gempa bumi tektonik

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten