Tim Basarnasa Jateng bersama warga tengah melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor di Brebes, Minggu (4/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Basarnas Jateng)

Bencana tanah longsor di Brebes, operasi pencarian korban kembali digelar Basarnas Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar operasi pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, itu sejatinya sudah ditutup pada Rabu (28/2/2012). Meski demikian, Basarnas Jateng kembali melakukan pencarian menyusul ditemukannya dua jasad yang tertimbun pascaoperasi ditutup.

Kedua korban yang ditemukan dalam timbunan tanah akibat longsor yang menerjang desa itu pada 22 Februari itu, yakni Sujono, 58, dan Rusyadi, 47. Kedua jasad itu ditemukan warga pada Jumat (2/3/2018) dan Sabtu (3/3/2018).

“Seperti yang kami katakan saat penutupan, Basarnas siap menerjunkan tim kembali ke lokasi longsor bila ada indikasi lokasi terbaru keberadaan korban. Dengan ditemukannya dua korban pasca-penutupan kemarin, maka kami simpulkan perlu mengirim kembali tim ke sana,” ujar Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Minggu (4/3/2018).

Dengan penemuan dua jasad baru itu, maka jumlah total korban yang meninggal akibat longsor itu mencapai 14 orang. Sementara, 18 orang dinyatakan selamat dan korban yang belum ditemukan menjadi empat orang.

Keempat korban yang belum ditemukan itu, yakni Marsui (Desa Ciputih), Suwirso dan Haryanto (Desa Pasirpanjang), dan Wahyu (Desa Salem).

“Selain untuk membantu pencarian, pengiriman tim ini juga untuk memberikan rasa aman dan keselamatan bagi warga yang tengah melakukan pencarian,” tutur Noer Isrodin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten