Tutup Iklan

BENCANA JATENG : Banjir Rendam Seribuan Rumah di Kudus

BENCANA JATENG : Banjir Rendam Seribuan Rumah di Kudus

SOLOPOS.COM - Warga beraktivitas di depan rumah yang tergenang banjir di Desa Temulus, Kudus, Jateng, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Bencana banjir di Kudus, Jateng masih merendam sebagian rumah warga setempat.

Solopos.com, KUDUS — Bencana banjir yang melanda Kudus, Jawa Tengah masih merendam sebagian rumah warga setempat. Kantor Berita Antara, Rabu (7/2/2018), melaporkan ribuan rumah yang tersebar di sembilan desa di Kabupaten Kudus, Jateng masih tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.

Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti yang dikutip Antara di Kudus, Selasa (6/2/2018), memaparkan permukiman penduduk di Kecamatan Jekulo yang masih tergenang banjir diperkirakan mencapai 320 rumah yang tersebar di empat desa. Keempat desa tersebut adalah Desa Bulungcangkring dengan 50-an rumah terendam, Desa Sadang sekitar 200-an rumah, Desa Pladen 30-an rumah dan Desa Bulung Kulon 50-an rumah.

Ketinggian genangan air, diakuinya semakin surut dan diperkirakan hanya setinggi semata kaki untuk di dalam rumah warga. "Tentunya, saat ini hanya menunggu air mulai surut," ujarnya.

Beberapa desa yang terdampak banjir, kata dia, ada yang karena rusaknya tanggul, seperti di Desa Sadang terdapat tanggul Sungai Logung yang rusak dengan panjang 15 m. Untuk saat ini, lanjut dia, sudah diperbaiki dengan menumpuk karung plastik yang berisi material tanah. Akibat kerusakan tanggul tersebut, airnya juga menggenangi pemukiman warga di Desa Bulungcangkring.

Bencana banjir juga melanda lima desa di Kecamatan Mejobo yang disebabkan karena curah hujan tinggi serta terdapat tanggul Sungai Piji di Desa Hadiwarno yang jebol. Camat Mejobo Harso Widodo mengungkapkan, hingga kini jumlah rumah warga yang masih tergenang banjir mencapai ribuan rumah yang tersebar di lima desa.

Di antaranya, di Desa Temulus mencapai 800 rumah, Desa Kesambi sekitar 230 rumah, Desa Jojo 70 rumah, Desa Mejobo 210 rumah dan Desa Golantepus 40 rumah. Untuk ketinggian genangan banjir, kata dia, memang mulai surut, sehingga saat ini dimungkinkan jumlah rumah yang tergenang bisa berubah. Perbaikan tanggul yang jebol, katanya, sudah dilakukan karena antisipasi ketika curah hujan tinggi, sehingga debit air sungai yang meningkat tidak lagi melimpas ke pemukiman warga.

Sebelumnya, di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus juga terdapat sekitar 80-an rumah warga yang tergenang banjir akibat melimpasnya Sungai Dawe. Genangan air yang melanda dalam bencana banjir di wilayah Kudus, Jateng itu berangsur surut, termasuk yang sebelumnya merendam Jalan Pantura Timur Kudus sehingga lalu lintas kembali lancar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Zonasi, Akselerasi Pendidikan yang Berefek Samping Buruk

Siswa dan ortu tidak bisa memilih sekolah favorit lewat jalur zonasi, sekolah pun tidak bisa mengharapkan siswa dengan kriteria tertentu.

Jasad Cucu Kadus Mlese Klaten Ditemukan, Hanyut 3,5 Km di Sungai Trucuk

Jasad LAA, 2,  cucu Kadus Mlese, Cawas, Klaten, yang hanyut di Sungai Trucuk ditemukan berjarak 3,5 km dari rumahnya, Jumat (18/6/2021).

Diduga Tertular Istri, Ketua DPRD Bantul Positif Covid-19

Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, menjalani isolasi mandiri bersama keluarga setelah dinyatakan positif Covid-19.

Swab Acak Sasar Pengguna Jalan di Kawasan Plaza Manahan Solo, Satu Orang Positif Covid-19

Jajaran Polresta Solo menggelar swab acak di Jl Adi Sucipto kawasan Plaza Manahan pada Jumat (18/6/2021) pagi WIB. Hasilnya, satu orang pengguna jalan terkonfirmasi positif dalam swab test.

Meninggal karena Covid-19, Ini Profil Wan Abud yang Terkenal dengan Ente Bahlul

Ini dia profil dan perjalanan karier dari komedian Wan Abud, pemain sinetron Putri Duyung yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Menko PMK Kunjungi Dukuh di Madiun yang Lockdown, Minta Masyarakat Waspadai Klaster Hajatan

Menko PMK lihat langsung dukuh di Kabupaten Madiun yang menjalani lockdown. Ia meminta warga untuk mewaspadai klaster hajatan.

Bawa Ribuan Butir Obat Terlarang, Pemuda asal Kedawung Sragen Diringkus Polisi

Pemuda asal Dukuh Selorejo RT 32, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, diringkus polisi karena menjadi pengedar obat terlarang.

Hanyut di Sungai Trucuk, Cucu Kadus Mlese Cawas Klaten Ditemukan Meninggal 

Cucu Kadus Mlese, Cawas, Klaten, yang hanyut di Sungai Trucuk akhirnya ditemukan, meninggal dunia, Jumat (18/6/2021) pukul 12.10 WIB.

Covid-19 Klaster Hajatan di Simo Boyolali: 30 Warga Positif, 2 Dusun Lockdown

Dua dusun di Desa Sumber, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, lockdown sejak beberapa hari terakhir, setelah munculnya kasus Covid-19 klaster hajatan.

Bukan Hanya Nasi Gandul, Ini Sederet Makanan Enak khas Pati

Selain nasi gandul, terdapat makanan enak khas Pati, Jawa Tengah lainnya patut kamu coba saat berkunjung ke kota di pantura ini. Penasaran?

RS Penuh Pasien Covid-19, Pemkot Salatiga Tambah 20 Bed Isolasi

Keterisian bed pasien Covid-19 di RS Kota Salatiga sudah mencapai 90%. Pemkot Salatiga akan menambah 20 bed isolasi pasien Covid-19 di RSUD Salatiga.

Banyumas Belum Perlu Tambah Bed Pasien Covid-19

Banyumas belum perlu tambah tempat tidur untuk pasien Covid-19, karena bed yang tersedia di 15 rumah sakit di wilayah ini masih mencukupi.