BENCANA JATENG : Banjir Paksa Petani Pati Panen Dini

BENCANA JATENG : Banjir Paksa Petani Pati Panen Dini

SOLOPOS.COM - Petani mengumpulkan padi hasil panen di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jateng memaksa petani memanen dini padi mereka.

Solopos.com, PATI — Tanaman padi milik sebagian petani di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terpaksa dipanen dini karena terendam banjir yang melanda kawasan sejak beberapa hari terakhir. "Jika tidak dipanen lebih awal, dikhawatirkan akan mengalami puso, sehingga kerugiannya juga akan semakin besar," ungkap Kanti, salah seorang petani asal Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo yang menjadi korban bencana banjir di Kudus itu, Rabu (7/2/2018).

Ia mengakui, memiliki beberapa lokasi tanaman padi yang luas keseluruhan mencapai 3 ha. Sayangnya, kata dia, semua tanaman padi miliknya itu justru terendam banjir sejak sepekan lebih lalu. Dari tiga lokasi areal tanaman padi miliknya, sambung dia, bahkan ada satu lokasi yang usia padinya masih cukup muda, sehingga belum bisa dipanen dini.

Untuk dua lokasi lainnya, kata Kanti, bisa dipanen dini, karena usianya mencapai masa panen. "Seharusnya, baru dipanen setelah tiga hari mendatang. Akan tetapi, karena terendam sepekan lebih, terpaksa dipanen lebih awal," ujarnya.

Ia khawatir, tanaman padinya akan membusuk jika dibiarkan terendam air. Karena itu, kala bencana banjir itu tak kunjung surut, hamparan tanaman padi itu segera dipanen. Harga jual gabah yang dipanen dini serta terendam banjir lama dipastikannya akan rendah karena kualitas gabahnya juga turun.

"Sudah pasti, harga jualnya murah karena padi yang terendam banjir dalam tempo lama memang menurunkan kualitas," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Amini, petani lainnya yang mengakui tanaman padi yang terendam banjir dalam tempo lama akan menurunkan kualitas, sehingga ketika dijual harganya juga murah. Tanaman miliknya di lahan seluas 1 ha di Desa Gadudero, kata dia, juga ikut terimbas bencana banjir selama tiga hari.

"Karena khawatir membusuk, akhirnya dipanen lebih awal, meskipun sebetulnya saat ini sudah bisa dipanen," ujarnya. Sebetulnya, kata dia, tanaman padi miliknya hendak dipanen setelah usia tanamannya benar-benar matang, namun karena terendam banjir terpaksa dipanen lebih awal.

Untuk memanen tanaman padi miliknya itu, dia mengaku harus melewati genangan setinggi leher orang dewasa sepanjang 100 m. Tanaman padi yang berhasil dipotong, selanjutnya diangkut menggunakan plastik yang dibentuk seperti perahu, sehingga memudahkan dalam membawanya ke daratan.

Petani lainnya, Sumiah, mengaku belum bisa memanen semua lahan tanaman padinya yang juga menjadi korban bencana banjir yang mendera persawahan Pati, Jateng sejak sepekan ini. "Saya hanya bisa memanen tanaman padi yang terendam secara bertahap, karena usianya baru 100 hari, sedangkan usia panen sekitar 120 hari," ujarnya.

Ia hanya bisa berharap banjir segera surut sehingga tanaman padi miliknya di lahan seluas 1 ha bisa dipanen nantinya.

Berdasarkan hasil pantauan Kantor Berita Antara, tanaman padi yang menjadi korban bencana banjir dan terendam air di Desa Gadudero, Sukolilo, Pati, Jateng mencapai puluhan hektare dengan ketinggian bervariasi. Ada tanaman padi yang terendam air sebagian, namun ada pula yang terendam keseluruh tanamannya sampai-sampai tidak kelihatan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Nama-Nama Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali

Sebanyak sembilan orang menjadi korban perahu wisata yang terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali, Sabtu (15/5/2021) siang WIB. Sementara 11 orang lainnya dinyatakan selamat.

Mau Bikin Video Klip Tema Alam? Cek Dulu Sekipan

Mau bikin video klip tema alam? Anda bisa cek ke Sekipan, Tawangmangu.

Pemboman Israel Hancurkan Gedung Pusat Media di Gaza

Pesawat-pesawat tempur Israel pada Sabtu (15/5/2021) menghancurkan sebuah gedung tempat sejumlah media internasional seperti Aljazeera dan Associated Press berkantor.

Istri PB XII Tutup Usia, Saatnya Regenerasi Pengelolaan Keraton Solo?

Petugas Humas dari Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H.P.A. Tedjowulan, K.P. Bambang Pradotonagoro, menilai sudah saatnya dilakukan persiapan regenerasi pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kita Harus Menjadi Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Ardian Nur Rizki, guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri Johor Bahru, Malaysia.

BTS Jadi Bintang Tamu di "Friends: The Reunion," Begini Respons Penggemar

BTS jadi bintang tamu di Friends: The Reunion.

Mantap! TSTJ Solo Zoo Siapkan Wahana Makan Durian di Tepi Danau

Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo menyiapkan wahana baru makan durian di pinggir danau untuk menarik pengunjung pada Libur Lebaran 2021.

Korban Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali: 5 dari Juwangi, 4 Grobogan

Sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021).

H+2 Lebaran, 11.700 Kendaraan ke Jateng Dipaksa Putar Balik

Sebanyak 11.700 kendaraan dari wilayah Jawa Barat (Jabar) yang menuju Jawa Tengah (Jateng) harus putar balik  pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Patroli Objek Wisata Air Klaten, Polisi Tak Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Pengelola objek wisata air Klaten juga sudah menyiapkan alat pengeras suara untuk mengimbau ke seluruh pengunjung.

Arus Turun Wisatawan dari Tawangmangu dan Ngargoyoso Lancar

Arus turun kendaraan wisatawan dari Ngargoyoso dan Tawangmangu, Karanganyar terpantau lancar Sabtu (15/5/2021) sore.