BENCANA BOYOLALI : Ini 25 Desa Rawan Longsor

 Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)

Bencana Boyolali, terdapat 25 desa yang berpotensi rawan longsor.

Solopos.com, BOYOLALI–Sebanyak 25 desa di Kabupaten Boyolali masuk peta rawan longsor. 25 desa diminta tetap meningkatkan kewaspadaan seiring tingginya curah hujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir tahun.

PromosiJalur Pendakian Kuno Gunung Lawu dan Legenda Prabu Brawijaya V

Berdasarkan data yang diterima Solopos.com, 25 desa itu tersebar di enam kecamatan yakni Selo sebanyak 10 desa, Musuk sebanyak 4 desa, Cepogo sebanyak tiga desa, Ampel empat desa, Klego dua desa, dan Kemusu satu desa.

Daerah rawan tanah longsor tersebut merupakan hasil kajian bersama dengan ahli Geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. “Daerah rawan longsor memiliki tingkat kemiringan tebing di atas sekitar 40 derajat, contohnya di kawasan lereng Merapi dan Merbabu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Nur Kamdani, kepada Solopos.com, Selasa (21/6/2016).

Kondisi tanah di kawasan pegunungan tersebut gembur banyak terdapat batuan muda dan pasir sehingga berpotensi terjadi tanah longsor jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, kondisi struktur tanah di kawasan Boyolali bagian utara seperti Klego dan Kemusu, lempung dan gerak atau labil, sehingga dikhawatirkan rawan longsor.

Kamdani menjelaskan bentuk kewaspadaan  warga di kawasan rawan longsor itu misalnya dengan menghidupkan budaya ronda secara bergilir sebagai langkah antisipasi.

“Dengan waspada ini  kita bisa terhindar dari bencana  tanah longsor  yang bisa membawa korban jiwa dan harta benda,” kata dia.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  pada Juli dan Agustus sudah memasuki musim kemarau namun kategorinya kemarau basah. Pada kemarau basah ini bisa terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Untuk itu dia mewanti–wanti kepada warga di wilayah  rawan longsor untuk selalu waspada karena cuaca ektrim bisa terjadi sewaktu–waktu.

Nur Kamdani juga meminta warga di wilayah bencana longsor untuk melakukan penaman pohon di lahan yang gundul karena bisa mengurangi risiko bencana tanah longsor. Dengan penanaman pohon harapannya juga bisa melestarikan sumber air. “Kami meminta warga di wilayah rawan longsor, khususnya di kawasan lereng Merapi dan Merbabu gemar menanam pohon keras di lahan gundul,” ujar Kamdani.

Berikut 25 desa yang masuk peta rawan longsor :

Selo:
1.  Desa Jeruk
2.  Desa Jrakah
3.  Desa Klakah
4.  Desa Lencoh
5.  Desa Samiran
6.  Desa Selo
7.  Desa Senden
8.  Desa Suroteleng
9.  Desa Tarubatang
10. Desa Tlogolele

Musuk :
1. Desa Mriyan
2. Desa Sangup
3. Desa Jemowo
4. Desa Cluntang

Cepogo :
1. Desa Wonodoyo
2. Desa Sukabumi
3. Desa Genting

Ampel :
1. Desa Ngangrong
2. Desa Candisari
3. Desa Ngadirojo
4. Desa Sampetan

Klego :
1. Desa Gondanglegi
2. Gunungmadu

Kemusu :
1. Desa Kendel

Sumber: BPBD Boyolali.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Selamat! Rihanna dan A$AP Rocky Resmi Menjadi Orang Tua

Penyanyi pop Rihanna dan rapper A$AP Rocky resmi menjadi orang tua dari seorang bayi laki-laki.

PLN Sabet 4 Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022

PT PLN (Persero) berhasil menyabet 4 penghargaan pada BUMN Entrepreneurial Marketing Award 2022.

Waduh! Talut Sepanjang 35 Meter di SDN 2 Kadipiro Karanganyar Longsor

Talut pagar sepanjang 35 meter di SD Negeri 2 Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, longsor pada Jumat (20/5/2022) dini hari.

Digelar di Tawangmangu, Deklarasi CB150X Chapter Jawa Tengah Meriah

Sepeda motor sport adventure CB150X kian menjadi sorotan sebagai idaman bagi anak muda sejak diluncurkan secara Regional Jawa Tengah pada Desember lalu. 

BNI (BBNI) Akuisisi Bank Mayora

Dengan pengambilalihan itu, BNI (BBNI) memegang sebanyak 1.198 229 838 saham Bank Mayora.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

IHSG Dibuka Menguat, Saham GOTO, EMTK, BUKA, dan WIRG Melejit

Saham-sahan emiten teknologi terapresiasi pagi ini yang mampu menopang penguatan IHSG.

Viral Wanita Nikah 8 Hari Langsung Diceraikan, Alasannya Jadi Sorotan

Viral kisah tragis seorang perempuan yang hanya menikah 8 hari langsung diceraikan suaminya. Kira-kira apa alasannya?

Ratusan Orang Berkumpul di Joglo Sunyan Klaten, Ada Apa?

Ratusan orang di Klaten, Jawa Tengah mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) tahun 2022 yang digelar DPC PDIP Klaten, Jumat (20/5/2022) untuk ikut memecahkan rekor Muri dengan peserta terbanyak.

Mantan Agen Sebut Karier Johnny Depp Meredup Karena Tak Profesional

Mantan agen Johnny Depp menyebut karier aktor Hollywood itu sudah lama meredup karena sikap tidak profesionalnya.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Tarif Pelanggan PLN 3.000 VA Naik, Begini Alasan Pemerintah

Kenaikan tarif listrik segmen 3.000 VA ke atas dapat menjaga keadilan dan berbagi beban. Tujuannya agar beban dari kenaikan harga energi tidak hanya menekan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Salurkan 32,34% KUR Hingga April 2022

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI terus menyiapkan banyak strategi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Ini Daftar Wisata Candi di Klaten, dari Prambanan hingga Merak

Salah satu daya tarik Kabupaten Klaten, yakni menyimpan deretan candi bersejarah.

Ramos Horta Resmi Jadi Presiden ke-5 Timor Leste, Ini Foto Pelantikan

Sebelum terpilih menjadi Presiden Timor Leste untuk periode 2022-2027, Ramos-Horta sudah pernah terpilih menjadi Presiden Timor Leste pada periode 2007-2012

Ini Beda Cacar Monyet dan Cacar Air

Nama cacar monyet bisa jadi masih asing di telinga kita, lalu apa bedanya dengan cacar air?