Tutup Iklan

BENCANA BOYOLALI : Early Warning System di Wilayah Rawan Longsor Rusak

BENCANA BOYOLALI : Early Warning System di Wilayah Rawan Longsor Rusak

SOLOPOS.COM - Petugas memeriksa alat deteksi dini pergerakan tanah (landslide early warning system) di permukiman rawan longsor Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (15/4/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)

Bencana Boyolali, alat untuk mendeteksi secara dini pergerakan tanah di daerah rawan longsor Boyolali rusak.

Solopos.com, BOYOLALI — Peralatan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini terhadap potensi bencana alam di Dukuh Kalitengah, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, dalam kondisi rusak.

Hal itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali khawatir dan berniat mengecek kondisi EWS di lokasi rawan longsor lainnya seperti di Gondanglegi, Klego.

Kondisi EWS di Gondanglegi perlu dicek karena potensi tanah bergerak di wilayah Gondanglegi kini memasuki masa kritis. Masalah ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menghadapi musim hujan dan antisipasi potensi bencana di Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, Rabu (12/10/2016).

“EWS di Tarubatang memang sudah dipasang sejak beberapa tahun lalu. Peralatan tersebut sangat teknis dan dipasang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM,” kata Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Rabu.

EWS itu berfungsi mendeteksi secara dini pergerakan tanah sehingga bisa mendeteksi akan terjadinya longsor. Belum lama ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menginstruksikan seluruh daerah mengalokasikan anggaran pengadaan EWS setiap tahunnya.

“Minimal satu tahun beli dua unit EWS. Apalagi ada EWS di tempat lain yang juga sudah rusak. Mudah-mudahan tahun depan ada anggaran untuk itu,” kata Nur Khamdani.

Potensi tanah bergerak di Kalitengah dan Gondanglegi sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. “Tujuh tahun lalu ada lima keluarga di Kalitengah yang harus direlokasi,” imbuh Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo.

Koordinasi antisipasi bencana selama musim penghujan itu dipimpin langsung Wakil Bupati M. Said Hidayat dan Sekda Sri Ardiningsih. “Apa pun yang dibutuhkan untuk antisipasi bencana kami minta BPBD bisa mengalokasikan pada anggaran 2017,” kata Said.

Kebutuhan peralatan untuk posko bencana di setiap kecamatan diminta segera dilengkapi. Terkait sarana prasarana, BPBD berharap tahun mendatang ada alokasi anggaran untuk pengadaan alat berat seperti backhoe yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan bencana tanah longsor.

Setiap terjadi longsor, BPBD sering kesulitan mendapatkan alat berat untuk membersihkan material longsoran sehingga terpaksa menangani secara manual dan butuh waktu lama.

Selain masalah EWS yang rusak dan potensi tanah bergerak, koordinasi  juga membahas penanganan dini bencana alam untuk semua potensi bencana di Boyolali yakni banjir dan angin ribut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.