BENCANA ALAM JATENG : Begini Sebaran Daerah Dilanda Banjir dan Langsor di Jateng
Ilustrasi empasan air banjir (JIBI/Dok)

Bencana alam Jateng berupa banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah akibat hujan deras Jumat-Sabtu (1-2/7/2016).

Solopos.com, SEMARANG – Hujan deras yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat-Sabtu (1-2/7/2016), menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor.

Data yang dihimpun Semarangpos.com dari Pusat Informasi Bencana Jateng Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Minggu (3/7/2017), menyebutkan bencana banjir terjadi di Cilacap dan Demak, sedangkan tanah longsor di Wonosobo dan Banjarnegar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah benca alam tersebut, namun menimbulkan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.

Banjir di Cilacap terjadi pada pukul 21.00 WIB, Jumat (1/7/2016), di Dusun Cubungur, Desa Wanareja, Kecamatn Wanareja akibat limpasan Kali Cilacap. Sebanyak 74 rumah warga di tiga RT terendam banjir. BPBD Kabupaten Cilacap telah melakukan assessment ke lokasi kejadian.

Sedangkan, banjir di Kabupaten Demak akibat meluapnya Sungai Cabean menyebabkan jembatan Singopadu Karangawen Mranggen dan jalan raya Waru  Mranggen tergenang setingga 40 cm sehingga arus kendaraan tersendat. Banjir yang menggenangi Desa Sidorejo Karangawen, Demak menyebabkan  terjadinya tumpukan sampah  mengakibatkan lintasan jalur kereta api jurusan ke Surabaya tidak bisa dilalui.

Sementara itu, tanah longsor, terjadi pada pukul 22.00 WIB, Sabtu (2/7/2016) di Dusun Pringapus, Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Wonosobo, menimpa satu rumah di RT 004/RW 007 milik Rozikin. Tidak ada korban jiwa dan taksiran kerugian mencapai Rp.10.000.000. BPBD Kabupaten Wonosobo bersama warga melakukan kerja bakti pada lokasi kejadian bencana.

Tanah longsor di Wonosobo juga menimpa jembatan yang menghubungkan Polres Wonoso dengan Kelurahan Mlipak Jolontoro, sehingga akses jalan kabupaten terganggu. Bencana tanah longsor juga menimpa rumah Parimin, warga Dusun Dodog RT 003/RW 009, Dusun Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan Banjarnegara. Rumah bagian belakang Parimin terkena longsoran tebing setinggi tujuh meter dan lebar 10 meter. Korban sekarang telah mengungsi ke rumah saudara.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho