Tutup Iklan

Benarkan Penonaktifan Dosen Unnes Terkait Plagiarisme Rektor?

Sucipto Hadi Purnomo, dosen Universitas Negeri Semarang menduga penonaktifan dirinya dilatarbelakangi kasus dugaan plagiarisme rektor Unnes.

 Rektor Unnes Fathur Rokhman (kiri) dikawal Ketua Senat Akademik UGM Prof. Hardyanto (tengah) memasuki ruang pertemuan di kampus UGM, Rabu (27/11/2019). (Harian Jogja-Rahmat Jiwandono)

SOLOPOS.COM - Rektor Unnes Fathur Rokhman (kiri) dikawal Ketua Senat Akademik UGM Prof. Hardyanto (tengah) memasuki ruang pertemuan di kampus UGM, Rabu (27/11/2019). (Harian Jogja-Rahmat Jiwandono)

Solopos.com, SEMARANG — Sucipto Hadi Purnomo, dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes), menduga penonaktifan dirinya sebagai anggota staf pengajar peguruan tinggi negeri itu dilatarbelakangi kasus dugaan plagiarisme oleh Rektor Fathur Rokhman.

"Diduga karena saya pernah diminta menjadi saksi dalam kasus yang dilaporkan oleh pimpinan Unnes ini ke Polda Jawa Tengah," kata Sucipto di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Menurut dia, pimpinan Unnes pernah melaporkan seseorang ke polisi yang diduga telah mengungkap dugaan plagiarisme yang dilakukan rektor. Ia menyebut rangkaian dari perkara itu menjadi latar belakang pencopotan dirinya sebagai pengajar.

Rekomendasi Pilkada 2020 PDIP Diumumkan Pekan Depan

Selanjutnya, kata dia, ada pihak-pihak yang kemudian mencari-cari kesalahan, salah satunya lewat unggahannya di media sosial. Ia menilai tuduhan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui unggahan-unggahan di media sosial Facebook miliknya itu masih bisa diperdebatkan.

"Kalau perlu dibuat forum debat akademik secara terbuka untuk menilai hal itu," katanya.

Jika dinilai menghina, menurut dia, maka unggahannya itu bahkan harusnya bisa diproses secara hukum. Meski telah dinonaktifkan sebagai pengajar, Sucipto mengaku akan mengikuti proses yang sudah diputuskan oleh pimpinan Unnes tersebut.

"Sementara akan rehat dulu," katanya.

Bertelepon di Lantai III, Warga Kudus Luka Bakar 80%

Meski demikian, ia menyayangkan terputusnya akses bimbingan terhadap para mahasiswa yang selama ini telah menyusun skripsi. Sebelumnya diberitakan, Unnes menonaktifkan salah seorang dosen, Sucipto Hadi Purnomo, dari tugas mengajarnya.

Penonaktifan itu dilakukan setelah diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial. Rektor Unnes Fathur Rohkman mengatakan kasus dugaan penghinaan terhadap kepala negara itu sudah terjadi cukup lama.

"Kejadiannya saat masa pemilihan presiden," katanya. Menurut dia, dosen Fakultas Bahasa dan Seni itu diduga mengunggah beberapa konten yang isinya ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook miliknya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Berita Terkait

Berita Terkini

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).

Gasak 16 Tabung Oksigen RSUD Muntilan, Warga Semarang Ditangkap

Seorang warga Kota Semarang ditangkap aparat kepolisian setelah mencuri 16 tabung oksigen milik RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kapal Kebakaran di Cilacap, Distribusi Pupuk di Jateng Aman

PT Pupuk Indonesia memastikan kebakaran yang melanda kapal bermuatan pupuk, KM Soemantri Brodjonegoro, di perairan Cilacap tak berdampak pada alur distribusi pupuk di Jateng.

Salatiga Terapkan PPKM Level 1, Wali Kota: Tetap Disiplin Prokes

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, memutuskan status PPKM di wilayahnya menjadi level 1 berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri).

5 Rekomendasi Kuliner Khas Pemalang

Inilah rekomendasi lima kuliner khas Pemalang yang lezat dan wajib dicicipi.

Keripik Jamur Dieng, Oleh-Oleh Khas Wonosobo

Keripik jamur dieng merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Wonosonbo, Jawa Tengah, yang biasa dijadikan oleh-oleh.

Pekalongan Terancam Tenggelam, Ini Sabuk Hijau Penangkal Abrasi

Pekalongan Mangrove Park merupakan wilayah sabuk hijau yang membentengi wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah itu dari abrasi yang mengancam tenggelamnya daratan.

Asale Kuliner Tempe Mendoan, Fast Food Kearifan Lokal Khas Banyumas

Kuliner tempe mendoan khas Banyumas merupakan wujud fast food dengan kearifan lokal yang sarat makna.

Berdalih Depresi, WNA di Magelang Simpan Puluhan Pil Psikotropika

Seorang warga negara asing atau WNA di Kabupaten Magelang ditangkap polisi karena menyimpan puluhan pil jenis psikotropika.

Waduh! Gadis Bawah Umur di Grobogan Jadi Korban Pemerkosaan Tetangga

Seorang tokoh agama di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, NR, 58, ditangkap polisi, diduga telah memperkosa tetangganya, NV, 12.

UMK Jateng 2022 Ditetapkan, Rata-Rata Naik 0%, Paling Tinggi Sukoharjo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menetapkan UMK 2022 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng yang kenaikannya rata-rata sangat minim.

Kapal Bermuatan Pupuk Kebakaran di Perairan Cilacap

Sebuah kapal bermuatan pupuk mengalami kebakaran di perairan Teluk Penyu, Cilacap.

Legenda Aji Saka dan Cikal-Bakal Aksara Jawa

Legenda tentang Aji Saka diyakini berkaitan dengan asal-usul serta peradaban orang Jawa, termasuk menjadi cikal-bakal lahirnya aksara Jawa.

Asale Bahasa Ngapak, Ternyata Dari Suku Kutai di Kalimantan Timur

Bahasa Bayumasan alias bahasa Ngapak ternyata berasal dari dialek Suku Kutai, Kalimantan Timur, yang menetap di Jawa Tengah.