Benarkah Kehidupan Seksual Wanita Usia 50 Tahun Lebih Membara?

Apakah kehidupan seksual wanita usia 50 tahun ke atas lebih membara atau justru padam dibandingkan usia produktif?

 Ilustrasi pasangan suami istri. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pasangan suami istri. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Apakah kehidupan seksual wanita usia 50 tahun ke atas lebih membara atau justru padam dibandingkan usia produktif? Apalagi mengingat di usia setengah abad tersebut sudah memasuki masa menopause. Simak ulasannya di tips hubungan suami istri ini.

Selama ini, diskusi mengenai topik seks di kalangan masyarakat umum sering dianggap sebagai hal yang tabu. Masyarakat menganggap bahwa topik seks harus dihindari karena merupakan masalah personal rumah tangga masing-masing.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Padahal, kurangnya edukasi tentang seks dan hubungan intim menjadi salah satu penyebab dari tingginya angka penyakit menular seksual, kasus kehamilan di luar nikah, hingga efek psikologis lainnya. Pasangan suami istri perlu mengetahui tips hubungan seksual ini untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Baca Juga: Putri Anne Beberkan Cara Hadapi Cobaan Rumah Tangga dengan Arya Saloka

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan HonestDocs, wanita usia 50-an tahun ke atas ternyata memiliki kehidupan seksual lebih membara dibandingkan dengan usia produktif.  Frekuensi aktivitas seksual wanita meningkat ketika memasuki masa menopause (55-65 tahun ke atas), di mana 44 persen responden dari kelompok umur ini mengaku melakukan seks setiap hari.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Tasikmalaya, Begini Cara Hadapi Perundungan Anak

Mengutip laman Antara, Sabtu (6/8/2022), meningkatnya aktivitas seksual pada kelompok umur itu didorong karena wanita yang sudah menopause tidak lagi khawatir akan terjadinya kehamilan.

Sementara pada kelompok responden berusia produktif (dalam penelitian ini 25 tahun-64 tahun) melakukan hubungan badan rata-rata beberapa kali dalam seminggu. Mereka cukup aktif karena gairah seksual pasangan yang masih tinggi, keinginan untuk menjaga keharmonisan pasangan, ataupun karena ingin memiliki anak.

Meskipun penelitian ini menemukan bahwa kelompok usia 12 tahun-17 tahun serta 18 tahun- 54 tahun tidak aktif melakukan hubungan seks, tapi fakta mencengangkan ditemukan dalam kelompok usia remaja (12 tahun-17) di mana 21 persen di antaranya melakukan hubungan intim setiap hari.

Baca Juga: Beda Usia 15 Tahun, Begini Gaya Pacaran Wulan Guritno dan Sabda Ahessa

Di sisi lain, menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKKBN), pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) baru berkisar pada angka 57,1 persen. Itu berarti, puluhan juta remaja Indonesia masih belum memiliki pengetahuan cukup soal reproduksi, serta bagaimana melindungi diri dari perilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan, atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global

      Ketahui sejumlah langkah mempersiapkan keuangan untuk menghadapi resesi global.

      Beginilah Arti Mimpi tentang Naga yang Perlu Diwaspadai

      Ketahui sejumlah arti mimpi terkait naga berikut ini.

      Anak Muda Percayai Media Sosial untuk Segala

      Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut anak muda kini lebih banyak mencari informasi melalui media sosial sebagai sumber dari segala sumber.

      Kenali Manfaat Lari seperti Dilakukan Gisella Anastasia

      Penelitian telah membuktikan bahwa lari punya segudang manfaat bagi tubuh, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

      Kenali Tanda Tubuh Kelebihan Gula

      Kenali tanda tubuh kelebihan gula sebelum terlambat.

      Waspada Child Grooming, Pintu Masuk Predator Seksual Perdayai Korban

      Child grooming merupakan modus predator seksual untuk memperdayai targetnya yang masih anak-anak. Child grooming menjadi pintu masuk predator seksual beraksi dengan mengincar anak di bawah umur.

      Para Perokok, Perhatikan Ini Demi Kesehatan Anak dan Keluarga

      Pada acara talkshow dalam rangka World Lung Day atau Hari Paru Sedunia 2022, yang digelar Solopos Media Group (SMG) bersama Rumah Sakit (RS) UNS Solo, dijelaskan beberapa pemahaman mengenai penyakit paru

      Begini Cara Mengatasi Cegukan Selain Minum Air Putih

      Ketahui sejumlah cara mengatasi cegukan selain minum air putih.

      Amalan dan Keutamaan Bulan Rabiul Awal

      Berikut ini terdapat keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan umat muslim di Rabiul Awal, bulan kelahiran dari Nabi Muhammad SAW.

      Pilihlah Es Teh tanpa Gula agar Kesehatan Tubuh Terjaga

      Agar tubuh tetap sehat, sebaiknya pilihlah minum es teh tanpa gula.

      Keutamaan dan Amalan Terbaik Maulid Nabi

      Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar bahwa awal bulan Rabiul Awal 1444 H jatuh pada Selasa, 27 September 2022, tepatnya dimulai sejak Senin, 26 September 2022, malam. 

      Ajari Anak Etika Bersin dan Batuk di Tengah Musim Pancaroba

      Anak perlu mengetahui sejumlah etika bersin dan batuk.

      Arti Mimpi Pergi ke Suatu Tempat Tak Selalu Pertanda Buruk

      Ada sejumlah arti mimpi pergi ke suatu tempat, berikut ini ulasannya.

      5 Tips Membersihkan Perabot Rumah Tangga Berbahan Kaca Sampai Kinclong

      Untuk membersihkan perabot kaca secara menyeluruh, pastikan memakai kain dan detergen yang lembut.

      Urutan Doa dan Zikir Setelah Salat Lima Waktu Menurut NU

      Berikut ini terdapat urutan doa dan zikir setelah salat fardu lima waktu menurut Nahdlatul Ulama dalam situs resminya, NU online.

      Manis Gula Olahan, Racun Badan dari Minuman Ringan

      Sejumlah produk minuman ringan hanya mencantumkan tambahan gula olahan dalam ukuran sendok makan, yang terkadang diabaikan karena dianggap sedikit, sehingga berpotensi menjadi racun badan di masa depan.