Belum Vaksinasi Covid-19, Ini 5 Tips Tetap Aman & Sehat

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melonjak, lalu bagaimana nasib Anda jika nyatanya belum vaksinasi?

 Ilustrasi jaga jarak dan menggunakan masker. (Dok. Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi jaga jarak dan menggunakan masker. (Dok. Solopos)

Solopos.com, JAKARTA — Sial rasanya jika hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat diperpanjang namun giliran vaksinasi virus corona Anda belum sampai juga. Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus melonjak bahkan diperparah dengan hadirnya virus corona varian delta. Lalu bagaimana nasib Anda jika nyatanya belum vaksinasi?

Memang tak sedikit kalangan mempertanyakan bagaimana caranya tetap aman dan sehat saat belum vaksinasi. Di tengah gelombang tsunami Covid-19, pemerintah dan pakar kesehatan terus menggalakkan program vaksinasi massal. Tujuannya agar masyarakat mau menerima vaksinasi demi mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Meskipun orang-orang mulai memahami pentingnya mendapatkan suntikan vaksin, masih banyak yang masih tidak memenuhi syarat untuk suntikan atau ragu-ragu untuk mengambilnya. Belum lagi kelompok antivaksi atau mereka yang percaya teori konspirasi Covid-19. Hal pertama yang harus diingat, virus Covid-19 tidak mengenal siapapun. Baik tua, muda, sehat, atau sakit, Covid-19 dapat menyerang Anda dengan berbagai cara.

Baca Juga: Tak Mau Dikalahkan Tiktok, Instagram Kini Bukan Hanya Berbagi Foto

Jika Anda belum mendapat giliran vaksinasi atau belum memenuhi syarat vaksin Covid-19, misalnya orang di bawah usia 18 tahun atau menderita penyakit kronis, ini lima tips agar tetap aman dan sehat di tengah pandemi:

1. Memakai Masker

Orang yang belum mendapat vaksinasi harus sangat berhati-hati di masa pandemi. Mengingat malapetaka yang ditimbulkan oleh gelombang kedua dan varian Delta. Usahakan tetap berpegang pada perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan. Salah satunya dengan memakai dua lapisan masker atau double mask, yang terdiri dari masker kain dan masker medis, setiap kali keluar rumah.

2. Hindari Keramaian

Jika belum divaksin, Anda sebaiknya tidak bepergian ke luar rumah. Namun, jika Anda terpaksa mengunjungi tempat-tempat ramai, kenakan masker dengan benar dan gunakan masker ganda jika perlu. Double mask akan memberi Anda lapisan perlindungan ekstra saat berada di luar rumah.

3. Jaga Jarak

Mempraktikkan social distancing mengurangi risiko Anda tertular virus Covid-19. Termasuk mengurangi risiko penyebaran virus kepada orang lain. Jika Anda belum mendapat giliran vaksin atau mengenal seseorang yang belum menerima vaksin Covid-19, menjaga jarak sosial dapat memainkan peran penting.

4. Periksa Orang Sekitar

Masuknya varian Delta ke berbagai negara mengubah pola penyebaran virus pada gelombang kedua. Karena itu, penting bagi Anda untuk menanggapi dengan sopan dan efisien kepada siapa pun yang telah berhenti mengikuti pedoman Covid-19. Bagi sebagian orang, ini mungkin menjadi sangat tidak nyaman. Namun, hal ini merupakan langkah penting untuk menjaga semua orang tetap aman.

5. Lakukan Vaksinasi Secepatnya

Jika Anda memenuhi syarat, lakukan vaksinasi sesegera mungkin. Cari kontak fasilitas kesehatan (faskes) terdekat atau informasi program vaksinasi massal di wilayah Anda tinggal. Masuknya varian Delta membuat cara melindungi diri dari infeksi serius Covid-19 dengan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Maia Estianty Punya Penyakit Rosacea, Apakah Itu?

Maia Estianty mengatakan karena punya penyakit Rosacea kulit wajahnya menjadi sangat sensitif terhadap perubahan cuaca.

Indonesia Capai Herd Immunity? Ini Penjelasannya

Herd immunity telah terbentuk karena program vaksinasi atau alami?

Seru! Ada Hujan Uang Saat Sedekah Bumi di Lamongan

Acara sebar uang saat perayaan sedekah bumi di Lamongan, Jawa Timur, menjadi viral di Instagram lantaran digelar saat pandemi.

Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Begini Tanggapan MUI

Sebuah video memperlihatkan para santri yang sedang mengikuti vaksinasi menutup telinga saat mendengarkan musik.

Viral Para Santri Tutup Telinga Enggan Dengar Musik, Kenapa?

Aksi para santri yang menutup telinga saat terdengar suara musik di ruang antrean vaksin Covid-19 menjadi perbincangan netizen di dunia maya.

Viral Ibu Bagikan Tutorial Baju Rapi Tanpa Setrika, Hasilnya?

Belum lama ini, seorang ibu rumah tangga membagikan tips agar baju tetap rapi meski tanpa harus setrika.

Selain Monstera, Ini Deretan Tanaman Hias dengan Harga Mahal Setara Mobil

Tak hanya Monstera King Variegata, masih ada jenis tanaman hias lainnya yang memiliki harga mahal setara mobil. Apa saja?

Bunda, Begini Cara Menghadirkan Tayangan Televisi Ramah Anak di Rumah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga juga menilai tayangan stasiun televisi di Indonesia belum ramah anak.

Sebelum Memberikan Pupuk ke Monstera, Perhatikan Ini

Namun sama seperti tanaman lain, memberi pupuk kepada Monstera juga sebaiknya tidak asal-asalan.

Wow! Rutin Makan Sayuran Hijau, Fungsi Otak Meningkat

Studi yang dipublikasikan di Neurology ini menemukan bahwa makan satu porsi sayuran berdaun hijau sehari membantu menjaga daya ingat.

7 Jenis Minuman Ini Bisa Kontrol Kadar Kolesterol, Mau Coba?

Ada sejumlah cara untuk kontrol kadar kolesterol di dalam tubuh, salah satunya lewat makanan atau minuman.

Daun Monstera Menguning? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Daun Monstera menguning tentu bagai mimpi buruk, terutama bagi Anda yang berniat menjadikannya sebagai koleksi.

Segera Lakukan Ini Jika Tak Ingin Perut Makin Buncit

PPKM jangan menjadi alasan untuk mager yang membuat perut semakin buncit.

Trik Hindari Sedentary Lifestyle Selama Pandemi

Jadi sebaiknya hindari sedentary lifestyle agar tubuh tetap sehat dan bugar meski hanya di rumah saja. 

Kebiasaan Makan Ini Berdampak Buruk terhadap Otak

Perhatikan kebiasaan makan Anda karena hal ini bisa berdampak terhadap otak.

Yuk, Rayakan Bulan Gemar Membaca dengan 5 Cara Seru Ini

Berdasarkan survei indeks kajian membaca tahun 2020 dari Perpusnas, indeks kegemaran membaca Indonesia terus meningkat.