Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Penyerapan pupuk bersubsidi tak optimal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

 Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Boyolali, Agus Pramudi (kanan), saat diwawancarai wartawan, Jumat (28/1/2022). (Solopos/Ni`matul Faizah)

SOLOPOS.COM - Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Boyolali, Agus Pramudi (kanan), saat diwawancarai wartawan, Jumat (28/1/2022). (Solopos/Ni`matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI — Penyerapan pupuk urea bersubsidi di Boyolali pada tahun 2021 masih belum maksimal. Total baru 79 persen pupuk urea yang terserap di kalangan petani. Hal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Boyolali, Agus Pramudi, kepada wartawan setelah acara Rapat Koordinasi dan Penyerahan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Distributor dengan Kios Pupuk Lengkap (KPL) Boyolali, Jumat (28/1/2022).

PromosiTien Soeharto Kelahiran Karanganyar, Pencetus Larangan ASN Poligami

“Evaluasi tahun 2021, kami bicara urea saja dulu, di Boyolali serapannya 79 persen, logikanya masih sisa di angka 21 persen. Kalau berbicara masalah serapan yang sisa 21 persen itu, logikanya 21 persen tadi berarti petani Boyolali belum memiliki kartu tani,” ungkap Agus.

Baca juga: Ambyar… Pagar Tembok SMAN 1 Kemusu Boyolali Jebol Diterjang Banjir

Atas masalah tersebut, Dinas Pertanian memberikan solusi dengan penebusan pupuk bersubsidi manual.

“Nanti petani yang sudah masuk dalam RDKK [Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani] tapi belum memiliki kartu tani bisa menebus dengan membawa Kartu Tanda Penduduk [KTP],” jelas Agus.

Tiga Distributor

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa penebusan manual dapat dilaksanakan mulai 10 Januari hingga akhir tahun 2022. “Target dan semangat kami adalah petani yang memiliki jatah pupuk bersubsidi [petani yang masuk RDKK], semua akan mendapat pupuk di tahun 2022,” ucapnya.

Agus menjelaskan alokasi pupuk bersubsidi di Boyolali pada 2022 ini, urea sebanyak 21,907 ton, SP-36 ada 904 ton, ZA 9.231 ton, NPK 11.765 ton, pupuk NPK ada 1 ton, pupuk organik granul 6.662 ton dan pupuk organik cair sebanyak 900 liter.

Baca juga: Bawa Kabur Pikap dan Jahe, Pasutri Asal Cepogo Boyolali Dibekuk Polisi

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, distributor pupuk bersubsidi di Boyolali akan dilaksanakan oleh tiga distributor yaitu CV Lufi Jaya, CV Podo Tani Sejahtera, dan CV Berkah Abadi.

Sementara itu, salah satu distributor pupuk bersubsidi dari CV Berkah Abadi, Sugiyanto, meminta kepada para pengelola KPL untuk tertib aturan.

“Kami menyampaikan kepada KPL untuk tertib aturan atau sesuai dengan koridor penyaluran pupuk bersubsidi karena ini bukan barang dagangan. Kami hanya menjalankan amanah, jadi laksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Baca juga: Hujan Deras Picu Genangan Air di Simpang Lima Boyolali, 1 Mobil Mogok

Sugiyanto juga mengingatkan KPL untuk berkoordinasi dengan stakeholder dan dinas terkait jika terjadi kendala di lapangan. Kendala yang dimaksud seperti sinyal yang hilang saat input data atau mesin EDC BRI yang rusak.

“Yang terakhir, kami berharap di tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin,” harap Sugiyanto.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.