Belum Perlu RS Khusus Covid-19, Dinkes Karanganyar Sebut RS Rujukan Masih Mampu
Dokter spesialis paru RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Enny S. Sardjono (kanan), mengenakan APD lengkap saat akan menangani pasien Covid-19 di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar mempertimbangkan kembali rencana membuka rumah sakit khusus Covid-19.

Hal yang patut menjadi pertimbangan adalah tingkat keterisian tempat tidur khusus di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Data yang dihimpun Solopos.com, tingkat keterisian tempat tidur pada Senin (22/2/2021) hanya 77 tempat tidur.

Baca Juga:Ular Piton Bermunculan Di Mojosongo Solo 2 Hari Terakhir, Ada Apa Ya?

Total tempat tidur khusus di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar sebanyak 242 tempat tidur. Sisa 165 tempat tidur belum terisi pada Senin.

Pertimbangan Buka Rumah Sakit

Sekretaris Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, menyampaikan Dinkes akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Karanganyar selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar. Laporan tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk membuka rumah sakit khusus Covid-19.

"Kami cermati dan melihat kondisi kasus dan penambahan tempat tidur di rumah sakit lain. Per tanggal 22 Februari itu tempat tidur hanya terpakai 77 tempat tidur dari total 242 tempat tidur. Kami lihat itu. Maksudnya berarti sudah cukup [tempat tidur]," ujar Purwati saat berbincang dengan wartawan di kantor Dinkes Kabupaten Karanganyar, Selasa (23/2/2021).

Purwati mengaku beberapa waktu terakhir tidak banyak pihak rumah sakit di Kabupaten Karanganyar meminta bantuan rujukan ke rumah sakit lain di luar Kabupaten Karanganyar. Perempuan berkerudung itu menyebut jangka waktu tiga pekan terakhir.

Baca Juga: Ngeri Lur! Ini Potret Jeglongan Sewu di Sukodono Sragen

"Biasanya saya itu sering ditelepon rumah sakit. Ada sekitar tiga pekan terakhir itu enggak pernah mencarikan rumah sakit. Berarti sudah teprenuhi di sini. Antrean enggak banyak, berarti kan belum perlu itu [membuka rumah sakit khusus Covid-19]," tutur dia.

Oleh karena itu, lanjut Purwati, Dinkes menyarankan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karangnyar belum perlu membuka rumah sakit khusus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Tetapi, Purwati mengungkapkan bahwa segala keputusan berada di tangan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar.

"Karena ICU di Kabupaten Karanganyar sudah 14 tempat tidur. Ini tempat tidur di rumah sakit yang kami tunjuk sebagai rujukan Covid-19 kan terus bertambah. Lihat kasus itu maka belum perlu untuk membuat rumah sakit khusus Covid-19. Tapi keputusan ditangan Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Kami teknis memberi masukan dan melihat pemetaan itu belum perlu [membuat RS khusus Covid-19]," ungkap dia.

Permohonan Bantuan

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah anggaran dan kebutuhan sarana prasarana untuk membuka rumah sakit khusus Covid-19. Purwati menceritakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah mengajukan permohonan bantuan sarana prasaran ke Kementerian Kesehatan untuk membuka rumah sakit khusus Covid-19. Tetapi, Purwati menyebut bahwa syarat dan anggaran yang dibutuhkan cukup banyak.

Baca Juga:Pelantikan Bupati Sukoharjo Akan Disiarkan Langsung di Youtube

"Kalau menurut kami lebih baik fokus vaksinasi. Apalagi operasional vaksinasi itu pasti cukup banyak. Saat ini tempat tidur kan sudah siap. Setiap rumah sakit rujukan Covid-19 sudah ada tambahan semua.

Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menuturkan telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat terkait rencana pembentukan rumah sakit khusus Covid-19. Namun, menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, biaya tambahan sarana dan prasarana penunjang lebih banyak dibebankan kepada pemerintah daerah.

"Biaya tambahan yang dibutuhkan itu lebih dari Rp3 miliar. Oleh pemerintah pusat, dominannya harus dari kabupaten," ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom