Bupati Jepara Ahmad Marzuki (tengah) meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (30/1/2019). (Antara-Reno Esnir)

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/5/2019), memeriksa Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (AM) dalam penyidikan kasus suap terkait putusan praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa AM dalam kapasitasnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Senin.

Selain Ahmad Marzuqi, KPK juga telah menetapkan hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito (LAS) sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut. Untuk tersangka Lasito, KPK telah menahan yang bersangkutan sejak 26 Maret 2019 lalu. Sedangkan untuk tersangka Ahmad Marzuqi belum dilakukan penahanan.

Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi. Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi.

Ahmad Marzuqi kemudian mengajukan permohonan praperadiIan ke Pengadilan Negeri Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId.Pra/2017/PN.Smg. Ahmad Marzuqi mencoba mendekati Lasito selaku hakim tunggal melalui panitera muda di PN Semarang. Hakim Lasito lalu memutuskan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan batal demi hukum.

Ahmad Marzuqi selaku bupati Jepara diduga memberikan dana Rp700 juta (dalam bentuk rupiah senilai Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp200 juta) kepada hakim Lasito terkait putusan atas praperadilan tersebut. Uang itu diduga diserahkan di rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuqi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten