Kategori: Internasional

Belum Ada Kasus Covid-19, WHO Sebut Korea Utara Sudah Longgarkan Pembatasan Fisik


Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf

Solopos.com, PYONGYANG - Pejabat WHO menyebut Korea Utara waspada akan mewabahnya virus corona Covid-19. Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu telah membuka kembali sejumlah fasilitas publik.

Jumlah Tes Swab di Kota Semarang Diklaim Lampaui Standar WHO

Korea Utara telah memperbolehkan sekolah untuk kembali buka. Meski begitu, persayaratan ketat seperti memakai masker dan cuci tangan diberlakukan untuk siapapun yang berinteraksi.

Perwakilan WHO untuk Korea Utara Edwin Salvador menyatakan sementara negara itu belum mengonfirmasi adanya infeksi. Kementerian Kesehatan Masyarakat telah membagikan informasi mingguan dengan WHO mengenai langkah-langkah yang diambil untuk menangkal pandemi.

Kementerian juga melaporkan bahwa 922 orang yang diperiksa sejauh ini dinyatakan negatif Covid-19. Sementara ratusan lainnya, sebagian besar pengangkut barang di pelabuhan dan perbatasan darat, secara teratur dikarantina untuk pemantauan.

WHO Soroti Tingginya Positive Rate Covid-19 Indonesia, Tak Layak New Normal?

Persiapan Menghadapi Covid-19 ala Korea Utara

"Pemeriksaan suhu menggunakan termometer infra merah, fasilitas cuci tangan, dan cairan pembersih terus dilakukan di semua tempat umum," katanya melalui surel yang diterbitkan Mirror.co.uk, Selasa (30/6/2020).

"Adalah wajib bagi semua orang untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum dan tidak ada pertemuan publik yang diizinkan." Pyongyang menyusun "rencana kesiapan dan respons nasional" pada Februari berdasarkan rekomendasi WHO.

Badan PBB itu menunjuk dokter komunitas, yang masing-masing bertanggung jawab atas 130 rumah tangga, kata Salvador.

Seruan WHO: Vaksin Virus Corona Harus Menjangkau Semua Orang

Korea Utara juga membentuk 235 orang dalam tim respons cepat yang terdiri dari seorang ahli epidemiologi, dokter, perawat, paramedis, dan petugas peternakan, yang bertugas menyelidiki semua kasus yang dicurigai.

WHO telah menyediakan pasokan yang cukup untuk melakukan 1.000 tes, serta 2.900 peralatan pelindung pribadi bersama reagen (bahan analisis kimia) laboratorium. Petugas layanan kesehatan sedang dilatih bagaimana menghadapi ancaman Covid-19.

Peneliti CSIS: Reshuffle Harus Berdasarkan Evaluasi Bukan Survei

Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan antar-Korea, mengatakan rencana untuk mengirim bantuan ke Korut. Korsel mengirim 10 juta dolar (sekitar Rp143 miliar) melalui Program Pangan Dunia (FAO) namun ditunda setelah ketegangan lintas perbatasan meluas.

Dimodifikasi pada Kamis, 2 Juli 2020 01:17

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf