Kategori: Bisnis

Beli Rumah Subsidi Jangan Sampai Dibohongi Pengembang


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, JAKARTA – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diimbau agar memperhatikan dan memastikan betul apakah rumah subsidi yang akan dibeli sudah sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

"Ketika membeli rumah pastikan harga rumah sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR," kata Arief Rahman Hakim, Direktur Keuangan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam seminar daring pada Jumat (28/8/2020).

Dia mengemukakan ada kasus misalnya harga rumah subsidi yang ditetapkan Kepmen PUPR adalah Rp130, namun harga rumah itu di lapangan ternyata digelembungkan jadi Rp150 dan uang muka rumah tersebut juga dinaikkan.

Street Mall, Konsep Hunian Dengan Beragam Kemudahan

"Yang kita tangkap di sini bukan nilai akadnya, melainkan nilai rumahnya. Jadi yang dibatasi itu nilai rumah, bukan akad," kata Arief, dikutip dari Bisnis.com.

Ketika harga rumah subsidi itu di-markup menjadi Rp150, padahal menurut regulasi pemerintah harga rumah di daerah tertentu itu maksimal Rp130, dan uang mukanya dinaikkan, maka pemerintah pasti akan mengetahui serta menindak hal tersebut.

"Kami memiliki tim yang melakukan monitoring, dan juga ada Badan Pemeriksan Keuangan. Ketika diketahui terjadi markup harga rumah, ini akan dicabut dan [developernya] ditindak.

Bebas Banjir, Hunian Di Dataran Tinggi Jadi Favorit Pemburu Properti

Awas Mark up Harga Rumah

Selain itu risiko lainnya yang harus ditanggung oknum adalah semua fasilitas yang sudah diterima harus dikembalikan," kata Arief.

Dia mengingatkan masyarakat agar jangan sampai diakali oleh oknum pengembang yang mempermainkan atau me-markup harga rumah subsidi berdasarkan lokasi tanah, misalnya jika rumah subsidi itu berada posisi tanah yang strategis, maka harganya dinaikkan. Namun ketika tidak berada di tanah yang tak strategis, harganya sesuai dengan regulasi pemerintah.

"Jadi kepada saudara-saudara kita yang merupakan MBR, ketika akan mengambil rumah harus betul-betul memperhatikan. Pastikan bahwa harga rumah subsidi yang akan diambil sesuai dengan harga yang ditetapkan dalam Kepmen PUPR," ujar Arief.

Cetak Rekor, Kekayaan Jeff Bezos Melonjak Hinga Nyaris Rp3.000 Triliun

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang masuk ke dalam kategori MBR untuk memperhatikan jarak lokasi rumah subsidi yang akan diambil dengan tempat kerja.

"Jangan sampai nanti ketika rumahnya sudah dibeli tapi karena alasan jaraknya yang kejauhan dari tempat kerja maka rumah itu tidak ditempati. Ini kemudian menjadi temuan dan pada akhirnya berujung pada pencabutan oleh Kementerian PUPR," katanya.

Dengan demikian, ketika memilih rumah harus juga memperhatikan jarak dengan tempat kerja atau jika memang tidak memungkinkan, ada keluarga inti yang menempati rumah subsidi yang telah dibeli.

Share
Dipublikasikan oleh
Ivan Indrakesuma