Beli Jenglot Pakai Uang Palsu di Banjarnegara, Kakek asal Purworejo Ditangkap

Seorang kakek asal Purworejo berniat membeli jimat berbentuk jenglot di Banjarnegara dengan menggunakan uang palsu.

 Kakek asal Purworejo, E (memakai sebo), yang membeli jenglot dengan uang palsu saat dihadirkan di Mapolres Banjarnegara, Jumat (30/9/2022). (Solopos.com-Humas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Kakek asal Purworejo, E (memakai sebo), yang membeli jenglot dengan uang palsu saat dihadirkan di Mapolres Banjarnegara, Jumat (30/9/2022). (Solopos.com-Humas Polda Jateng)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Seoarang kakek berusia 60 tahun, E, warga Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, harus berurusan dengan aparat penegak hukum Kabupaten Banjarnegara. Kakek berinisial E itu ditangkap Polres Banjarnegara karena membeli sebuah jimat jenglot dengan menggunakan uang palsu.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, mengatakan kakek tersebut membeli jimat jenglot dengan uang palsu dari seorang pawang kuda lumping berinisial S, 53, warga Kecamatan Sigaluh, 21 Agustus lalu. Uang palsu Rp1 juta itu digunakan E untuk membeli minyak gaib dan jimat jenglot dari S.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Hendri menceritakan kejadian itu bermula saat S dikenalkan temannya kepada tersangka pada 2017 silam. Setelah itu, tersangka E berkunjung ke rumah S pada 21 Agustus 2022 untuk mengaktifkan jimat atau pusaka bernama Popok Wewe yang dianggap belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

“Saat itu S memberitahu tersangka bahwa untuk mengaktifkan khodam [jin] yang ada di jumat itu harus dibelikan minyak gaib. Karena tersangka E tidak tahu cara membeli minyak gaib ke mana, maka ia pun memberikan uang kertas senilai Rp1 juta pada S. Tak hanya itu, E juga minta S mencarikan Batara Karang atau sejenis jimat jenglot,” ujar Kapolres Banjarnegara saat jumpa pers di Mapolres Banjarnegara, Jumat (30/9/2022).

Setelah uang diterima, S dan anaknya DP kemudian pergi membeli minyak. Namun, sebelum membeli minyak S memeriksa uang yang diberikan E dan ternyata tidak ada nomor serinya.

Baca juga: Tragedi Berdarah! 5 Warga Slawi Tewas Diracun Dukun Pengganda Uang

“Oleh karena curiga, korban kemudian melapor ke Polres Banjarnegara. Setelah itu, pada 25 Agustus 2022 tersangka kembali ke rumah S dengan membawa sebuah tas berwarna hitam dan selalu dipegang,” ujarnya.

Melihat itu, korban pun curiga dan menghubungi aparat Polres Banjarnegara terkait keberadaan E. “Korban kemudian berpura-pura mengajak tersangka menemui temannya di daerah Legok Rejasa, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara untuk mengambil jimat jenglot. Hal itu dilakukan korban agar bisa membawa tersangka ke petugas [polisi],” ujarnya.

Tersangka pun akhirnya ditangkap aparat Polres Banjarnegara di Kuliner Taman Kota. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka ternyata juga mmembawa uang sebanyak 160 lembar pecahan Rp100.000 yang disimpan di tas berwarna hitam dan Rp100.000 uang palsu sebanyak 110 lembar di bagasi sepeda motor.

Baca juga: Memeras dengan Mengaku Wartawan, Eks Kades Diringkus Polisi

“Tersangka mendapatkan uang palsu sebanyak 281 lembar pecahan Rp100.000 dengan cara membeli pada seseorang yang mengaku warga Kota Magelang,” jelas Kapolres Banjarnegara.

Akibat perbuatannya itu, tersangka yang merupakan kakek berusia 60 tahun asal Purworejo itu dijerat dengan Pasal 36 ayat 2 juncto Pasal 26 ayat 2 UU No.7/2011 tentang Mata Uang. Tersangka terancam hukuman paling lama 10 tahun.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ini Kronologi Nelayan Rawa Pening Meninggal Tenggelam

      Saat perahu terguling, korban sempat berteriak minta tolong, tetapi karena jarak terdekat dari nelayan lain di luar jangkauan.

      Sedih! Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Pati Bertambah

      Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), bertambah menjadi dua orang pada Kamis (1/12/2022).

      Diduga Korsleting, 3 Kios di Pasar Buah Mlati Kopeng Hangus Terbakar

      Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, membenarkan akan kejadian kebakaran kios buah tersebut, dan pihaknya menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

      Gegara Baling-Baling Perahu Nyangkut Tali, Nelayan Rawa Pening Meninggal Dunia

      Saat di tengah rawa, tiba-tiba baling-baling perahu tersangkut bekas tali pancang beranjang. Perahu terbalik di kedalaman kurang lebih 6 meter

      Pj Wali Kota: Layanan Kesehatan RSUD Salatiga Harus Maksimal dan Lebih Ramah

      Pada Desember ini RSUD Salatiga akan menggelar survei akreditasi agar bisa mempertahankan akreditasi paripurna.

      Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW

      Rektor UKSW Intiyas Utami merupakan guru besar perempuan pertama UKSW pemegang sertifikat internasional Qualified Auditor Internal dan Certified Management Accountant.

      Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi

      Banjir bandang yang melanda dua desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 146 orang dievakuasi.

      Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur

      Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan perbuatan rudapaksa terhadap bocah perempuan berusia 13 tahun yang tengah tidur.

      Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang

      Sejumlah desa di tiga kecamatan pada Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

      Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027

      Prof Intiyas Utami resmi menjabat sebagai Rektor UKSW Salatiga untuk periode 2022-2027.

      Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos

      Foto sosok pelaku pembunuhan keluarga di Magelang, Dheo Daffa, beredar dan viral di media sosial atau medsos.

      Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga

      DD atau Dheo Daffa Syahdilla, anak yang bunuh keluarga dengan racun ternyata juga memberikan racun dicampur minuman dawet ke orang lain.

      Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop

      Krisis Eropa akibat perang Rusia turut dirasakan petambak udang di Cilacap di mana permintaan ekspor menurun.

      Baznas Susun Strategi Entaskan Kemiskinan dengan Zakat di UIN Semarang

      Baznas menggelar Konferensi Zakat Indonesia ke-6 atau The 6th ICONZ di Auditorium UIN Walisongo, Kota Semarang, Jateng.

      UMK Kudus 2023 bakal Naik 6,5%, Jadi Rp2,5 Juta

      Bupati Kudus, HM Hartopo, memberikan sinyal kenaikan UMK Kudus pada 2023 kemungkinan mencapai 6,5% atau menjadi Rp2,5 jutaan.