Presiden Direktur PT RUM Sukoharjo, Pramono, memaparkan soal skema mengatasi masalah bau limbah saat mediasi di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (17/1/2020). (Istimewa/Setda Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo mengklaim sudah mengeluarkan dana sedikitnya Rp700 miliar untuk mengatasi masalah bau limbah yang dikeluhkan masyarakat di Sukoharjo dan Wonogiri.

Dana itu untuk membeli instalasi pengolahan limbah dari Denmark yang diperkirakan rampung dipasang akhir 2021. Keputusan membeli alat itu merupakan proses panjang.

Presiden Direktur PT RUM, Pramono, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri mediasi yang digelar Pemkab Wonogiri di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (17/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Pramono memaparkan roadmap penanganan masalah bau limbah dengan tiga skema. Skema itu dimulai dengan membangun instalasi untuk mengubah Sodium Hidrosulfida (NaHS) dari cair menjadi padat di dalam pabrik.

Proses ini membuat limbah cair yang tergolong B3 ini tak perlu diangkut ke luar pabrik menggunakan truk. Berikutnya adalah membangun cooling tower dengan model tertutup.

Dampak Flyover Purwosari, Pengalihan Arus Lalin Sukoharjo Dibagi 3 Jalur

Model ini membikin bau yang dihasilkan tidak keluar bebas ke udara. Proses pembangunan instalasi ini diperkirakan rampung pada Desember 2020.

Terakhir, PT RUM akan mendaur ulang semua gas H2S yang diserap menjadi asam sulfat (H2SO4) yang merupakan bahan baku proses pembuatan rayon. Solusi terakhir ini akan rampung pada Desember 2021.

Ketiga alat itu dipesan dari Denmark senilai Rp700 miliar. Di Indonesia, hanya ada tiga perusahaan yang memiliki mesin itu.

“Saya mohon dukungan untuk menjalankan pabrik ini kembali. Kalau ada masalah, kejadian sekecil apa pun di pabrik, saya segera melaporkan ke sini. Saya juga mohon didampingi apakah janji saya ini direalisasikan atau tidak,” pinta Pramono.

Camat Selogiri, Sigit Purwanto, yang hadir pada mediasi itu meminta kepastian solusi 1 dan 2 bisa selesai akhir Desember 2020 ini. “Apakah setelah Desember [2020] untuk solusi 1 dan 2 itu sudah final?” tanya Sigit.

Menjawab pertanyaan itu, Pramono berjanji setelah semua alat terpasang, masalah bau bisa teratasi. Pemasangan alat itu pun merupakan hasil studi bandingnya ke pabrik serupa di pusat kota Austria. Di sana, air masih bisa dikonsumsi dan udara tidak menimbulkan bau.

Dipepet Penumpang Laki-Laki Nakal, Driver Ojol Cantik Ini Melawan

“Saya janji permanen hilang setelah 2021. Jika semua itu berjalan sempurna, dampak bau dengan radius empat kilometer bisa teratasi,” jawab Pramono.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyatakan mediasi berjalan baik dan transparan. Seluruh persoalan juga dikemukakan dalam pertemuan itu. Masyarakat dan PT RUM juga menghasilkan komitmen dan kesepakatan.

“Selanjutnya monitoring soal komitmen ini. Atas nama pribadi dan bupati, saya meminta agar ada percepatan dalam proses pembangunan instalasi pengolahan limbah ini,” ujar pria yang akrab disapa Jekek itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten