Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang gelandangan ditemukan tak bernyawa di sekitar rumah kosong di depan gudang Sunbo di Dusun Pinggir, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (28/1/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pria yang diduga berasal dari Aceh itu meninggal lantaran menderita sakit.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa, mayat gelandangan tanpa identitas itu ditemukan kali pertama oleh warga setempat bernama Harsi.

Kala itu, Harsi hendak memberi sepiring nasi dan lauk pauk untuk sang gelandangan. Harsi dan warga setempat selalu memberi makan gelandangan itu secara bergantian.

Desa Telukan Sukoharjo Siap Manfaatkan Kalimati Untuk Wisata Air & Kuliner

Gelandangan itu tidur di sekitar lokasi kejadian sejak 2005 lalu.

“Informasi yang diterima warga, gelandangan itu berasal dari Aceh. Dia merupakan korban bencana gempa bumi dan tsunami Aceh yang mengungsi hingga wilayah Sukoharjo,” kata Kepala Desa Telukan, Sriyono, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Diawali Suara Ledakan, Motor Tabrak Pikap di Gemblegan Solo

Menurut Sriyono, gelandangan itu saat berbicara berlogat Aceh. Setiap hari, gelandangan itu tidur di sekitar wilayah Telukan beralaskan tikar.

Warga setempat terketuk hatinya dan kerap memberi makan secara bergantian.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

Saat pagi hari dan siang hari, gelandangan itu mencari barang rongsok di sekitar permukiman penduduk dan pabrik.

Merinding! Cerita Driver Ojol Antar Makanan ke TPU Purwoloyo Solo

“Dia datang sebatang kara. Tidak ada identitas diri. Dia selalu cuek jika diajak komunikasi oleh warga,” ujar dia.

Gejala hingga Cara Pencegahan Virus Corona

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Grogol, Iptu Tugiyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh gelandangan.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

“Gelandangan itu meninggal karena menderita sakit selama bertahun-tahun. Jenazah gelandangan langsung dimakamkan di permakaman desa setempat,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten