Sejumlah pelajar mengikuti pawai taaruf di Jl. Lawu Karanganyar, Sabtu (4/5/2019). (Istimewa/Dinas Kominfo Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Belasan ribu orang terdiri atas pelajar PAUD/PG/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan lain-lain mengikuti pawai taaruf di Jl. Lawu https://soloraya.solopos.com/read/20190429/494/988670/longsor-di-karangpandan-karanganyar-sejumlah-rumah-dan-jalan-rusak" title="Longsor di Karangpandan Karanganyar, Sejumlah Rumah dan Jalan Rusak">Karanganyar, Sabtu (4/5/2019).

Pawai taaruf merupakan acara tahunan rutin menyambut Ramadan. Mereka turun ke jalan mengenakan aneka kostum, menyuguhkan pertunjukan drumben dan rebana, menggotong miniatur kakbah dan masjid, menghias becak dan kendaraan lain, membawa spanduk dan tulisan-tulisan, dan lain-lain. Acara dimulai pukul 07.00 WIB.

Isi tulisan pada spanduk berupa ajakan dan imbauan berpuasa Ramadan. Gaya penulisan bermacam-macam. Ada yang menulis dengan sindiran, ada yang menggunakan bahasa lugas, ada juga tulisan membuat orang yang membaca terkekeh.

Tulisan khas bikinan anak-anak. Seperti, "puasa itu wajib", "puasa melatih kesabaran", "welcome to Ramadan", "Ramadan ora mung ra madhang", "mari puasa", dan lain-lain.

Pantauan Solopos.com, sejumlah kelompok pelajar menunjukkan kebolehan drumben. Selain pelajar, ada satu drumben beranggota generasi tua. Mereka guru-guru dari salah satu SD di https://soloraya.solopos.com/read/20190429/494/988636/catat-ini-jadwal-pleno-rekapitulasi-hasil-pemilu-2019-kpu-karanganyar" title="Catat! Ini Jadwal Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 KPU Karanganyar">Karanganyar. Mereka memainkan lagu yang dipopulerkan Koes Plus berjudul Cinta Mulia.

Selain itu, sejumlah anak-anak membawa barang bekas seperti galon, jeriken, botol bekas air mineral, kentungan, dan lain-lain. Semua barang itu dipukul dengan irama tertentu.

Ketua Baznas Karanganyar, Sugiarso, menyampaikan pawai taaruf menjadi salah satu sarana mengingatkan sebentar lagi Ramadan. "Kami berharap puasa itu nanti untuk mewujudkan kerukunan," ujar dia.

Salah satu peserta pawai taaruf dari MTsN 2 Karanganyar menampilkan rebana dari kelompok Nurin Najwa, klothekan sahur, dan parade ihram oleh pelajar. Mereka juga menggotong miniatur kakbah dan menghias dua unit becak. Sejumlah pelajar membawa tulisan berisi imbauan berpuasa.

"Ada sebagian anak memeragakan tawaf. Total 700-an orang siswa, guru, dan pegawai ambil bagian dalam pawai taaruf. Kami ikut setiap tahun. Itu bagian dari syiar Islam dan puasa. Penampilan kelompok di pawai taaruf itu dinilai. Nah kami menang sejak tiga atau empat tahun lalu," ujar Pejabat Humas MTsN 2 Karanganyar, Siti Mardliyah, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu.

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten https://soloraya.solopos.com/read/20190428/494/988507/tambah-lagi-petugas-penyelenggara-pemilu-karanganyar-meninggal-jadi-4-orang" title="Tambah Lagi, Petugas Penyelenggara Pemilu Karanganyar Meninggal Jadi 4 Orang">Karanganyar juga memeriahkan pawai taaruf. Ketua PDNA Karanganyar, Sartini, menuturkan pawai taaruf sebagai bentuk kegembiraan umat Islam menyambut Ramadan.

"Ini sekaligus mengingatkan seluruh umat Islam untuk menyiapkan fisik, mental, dan rohani menjalankan puasa," ujar dia kepada Solopos.com, Sabtu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten