Belasan Karyawan Positif Covid-19, Koperasi di Ngaglik Sleman Ditutup
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SLEMAN - Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sleman pada Sabtu (1/8/2020) berjumlah 40 kasus baru. 17 kasus di antaranya berkaitan dengan penelusuran kontak dari sebuah koperasi simpan pinjam di Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan 17 kasus baru yang dikabarkan hari ini merupakan tracing dari koperasi simpan pinjam tersebut. Mereka terdiri atas karyawan koperasi dan keluarga karyawan.

Dikatakannya, semula ada dua karyawan koperasi tersebut yang baru pulang dari luar kota dan diminta tes swab secara mandiri oleh pengurus.

Bagikan Kurban hingga Girpasang Klaten, Ganjar Bertekad Realisasikan Jembatan Gantung

"Rupanya hasil positif. Kemudian kita lakukan tracing terhadap karyawan lain dan keluarganya, ketemulah kasus-kasus baru tersebut," kata Joko ketika dihubungi Harian Jogja pada Sabtu (1/8).

Menurut Joko, ada 30 orang yang terkonfirmasi positif dari tracing contak karyawan koperasi ini. Namun, yang tercatat sebagai warga Sleman berjumlah 21 orang, sementara 9 orang lainnya dikembalikan ke kabupaten asalnya. Dari 21 orang tersebut, 18 di antaranya merupakan karyawan, dan tiga orang lainnya keluarga karyawan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penelusuran kontak terhadap penularan di koperasi ini sudah dilakukan seluruhnya dengan uji swab, namun belum semua hasil tesnya keluar. Saat ini, koperasi simpan pinjam tersebut ditutup operasionalnya oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman.

Kabar Duka, Ketua DPRD Jepara Tutup Usia

"Yang diumumkan hari ini sementara isolasi mandiri sambil menunggu kesiapan Asrama Haji besok Minggu atau Senin," imbuhnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menuturkan ada 73 orang yang dites dalam penelusuran penularan Covid-19 di koperasi ini. Sebanyak 9 kasus positif dari tracing kontak di koperasi ini dikembalikan ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

"Kami sudah melaporkan ke Pemda DIY. Provinsi yang akan melanjutkan ke Pati," kata dia.

Sumber: Harian Jogja



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom