Belasan Gelandangan dan Anak Punk di Sukoharjo Terjaring Razia
Tim Satpol PP Sukoharjo mengamankan PGOT dan anak punk dalam operasi penyakit masyarakat di wilayah Sukoharjo dalam sepekan terakhir. (Istimewa/Satpol PP Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Belasan anak punk serta pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT di Sukoharjo yang meresahkan masyarakat terjaring razia. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo semakin gencar menertibkan keberadaan mereka dalam sepekan terakhir.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan operasi penyakit masyarakat (pekat) dilakukan dengan menyisir jalan protokol. Razia terutama difokuskan di simpang trafficlight yang kerap dijadikan sebagai tempat gelandangan dan anak punk di Sukoharjo menongkrong.

"Dari hasil penyisiran selama sepekan ini tim mendapatkan delapan PGOT dan delapan anak punk.  Mereka tak berkutik saat diamankan petugas dan dibawa ke Kantor Satpol PP," katanya kepada Solopos.com, Minggu (21/6).

Kalender Suku Maya: Hari Ini Kiamat, Begini Tanggapan MUI

Heru mengatakan beberapa gelandangan dan anak punk yang terjaring razia di Sukoharjo merupakan pemain lama. Artinya mereka sebelumnya pernah terjaring razia tim Satpol PP.

Pemkab memberikan sanksi keras bagi PGOT yang pernah terjaring. Sedangkan bagi satu orang gila yang terjaring razia, Pemkab mengirimkan ke Panti Sinai.

Seluruh gelandangan serta anak punk yang terjaring razia di Sukoharjo diamankan dan diberikan pembinaan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak berkeliaran di wilayah Sukoharjo.

Operasi Pekat

Operasi pekat, lanjut dia, akan terus dilakukan Pemkab dalam rangka memberi rasa aman serta nyaman terhadap masyarakat Sukoharjo. Sebab keberadaan mereka selama ini dikeluhkan warga.

"Selain penegakan Perda (Peraturan Daerah), operasi PGOT dilaksanakan karena laporan masyarakat yang resah akan keberadaan mereka," katanya.

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot

Berdasarkan laporan masyarakat, Heru menuturkan keberadaan PGOT terutama pengemis dan pengamen, serta anak punk sangat meresahkan warga. Mereka kian marak di jalan-jalan protokol di wilayah Sukoharjo. Terutama keberadaan PGOT  di persimpangan trafficlight.

Menurutnya, mayoritas gelandangan, pengemis, dan anak punk yang terjaring razia bukan merupakan warga Sukoharjo, melainkan luar daerah. Mereka kebanyakan datang secara berkelompok dan didrop ke beberapa lokasi.

"Beberapa yang terjaring juga ada yang mengeksploitasi anak-anak. Dan kami berikan pembinaan kepada mereka agar tidak memanfaatkan anaknya untuk mengemis di jalanan," katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom