Tutup Iklan
Sejumlah kursi anggota DPRD Klaten kosong saat berlangsung pelantikan anggota DPRD periode 2019-2024 di gedung paripurna DPRD setempat, Kamis (22/8/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Belasan anggota-caleg-pdip-lolos-ke-dprd-klaten-ini-nama-namanya" title="19 Caleg PDIP Lolos ke DPRD Klaten, Ini Nama-Namanya"> DPRD Klaten periode 2014-2019 yang tak maju atau tak terpilih lagi pada Pemilu 2019 lalu tak hadir saat pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan anggota DPRD periode 2019-2024 di gedung paripurna DPRD setempat, Kamis (22/8/2019).

Hal ini mengakibatkan banyak kursi kosong saat berlangsung rapat paripurna istimewa di -kursi-pdip-di-dprd-klaten-bertambah-tapi" title="Perolehan Kursi PDIP di DPRD Klaten Bertambah, Tapi…">DPRD Klaten. Berdasarkan pantauan Solopos.com di DPRD Klaten, terdapat belasan kursi kosong di ruang paripurna DPRD Klaten.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, sebanyak 22 mantan anggota DPRD tak lagi menjadi legislator karena tak mencalonkan diri atau tak terpilih pada Pemilu 2019.

Mantan Anggota -caleg-pdip-lolos-ke-dprd-klaten-ini-nama-namanya" title="19 Caleg PDIP Lolos ke DPRD Klaten, Ini Nama-Namanya">DPRD Klaten yang menghadiri rapat paripurna itu hanya enam orang, di antaranya Yoga Hardaya (Partai Golkar), Sri Widada (PKS), Aris Prabowo (PDIP), Muchlis Feby Anggono (Partai Gerindra), dan Sunarto (Partai Golkar).

Belasan mantan anggota DPRD Klaten yang tumbang alias tidak terpilih saat maju di Pileg 2019, seperti Slamet Riyadi (PKS), Budi Raharjo (PKS), Aris Prabowo (PDIP), Jumianto (PAN), Sasana (Partai Golkar), Harwanto (Partai Nasdem), Abriyanto (Partai Gerindra), Mifta Huda, Darto (Partai Golkar), Sukari, Anwar Agus Purnomo, Bondan Zakaria (PDIP), Sugiyanto (PDIP), Handoko Sapto Aji (Partai Gerindra),Tugiman (PDIP), dan Yoga Hardaya (Partai Golkar).

Sedangkan mantan anggota DPRD Klaten 2014-2019 yang tak maju di Pemilu 2019, seperti Muchlis Feby Anggono (Partai Gerindra), Hengki A.S, (Partai Golkar), Sunarto (Partai Golkar), Andi Kusuma Nugroho (PDIP), Ari Kuswanto (Partai Gerindra), dan Sri Widada (PKS).

Ari Kuswanto tak maju di Pemilu 2019 karena fokus fokus pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap II 2019. Sri Widada juga tak mengikuti pertarungan memperebutkan kursi DPRD Klaten karena maju sebagai calon legislator tingkat Provinsi Jateng.

“Saat paripurna ini tidak mengambil keputusan apa pun. Jadi, kuorum dan tidak kuorumnya rapat tidak menjadi masalah. Saya pribadi memutuskan hadir dan ingin mendukung teman-teman [anggota DPRD Klaten 2019-2024],” kata salah satu mantan anggota DPRD Klaten, Sri Widada, saat ditemui wartawan di gedung DPRD Klaten, Kamis.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengucapkan banyak terima kasih ke anggota DPRD periode 2014-2019. Dia juga mengucapkan selamat bekerja bagi anggota DPRD Klaten periode 2019-2024.

“Saya hanya berharap semoga koordinasi yang telah terjalin dengan baik dapat dilanjutkan,” katanya.

Salah satu anggota DPRD Klaten 2014-2019 yang terpilih kembali di periode 2019-2024, Nurcholis Madjid, mengatakan ingin memperjuangkan pemerataan bantuan ke sekolah negeri dan swsata di Klaten.

“Saya belum mengetahui akan berada di komisi berapa nantinya. Yang pasti, saya ingin bantuan yang mengalir ke sekolah berjalan merata. Bantuan ke sekolah swasta [tingkat dasar] masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota DPRD Klaten 2019-2024 dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Albertus Usada. Ditunjuk sebagai pimpinan sementara DPRD Klaten, yakni Agus Riyanto (ketua) dan Triyono (wakil ketua).

“Nantinya segera dibahas alat kelengkapan [alkap] DPRD Klaten,” kata Agus Riyanto.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten