Belasan Anggota Badan Ad Hoc Penyelenggara Pilkada Klaten 2020 Positif Covid-19
Ilustrasi pandemi Corona. (Detik.com)

Solopos.com, KLATEN -- Belasan anggota badan ad hoc penyelenggara Pilkada Klaten 2020 terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka tersebar dari berbagai kecamatan.

Badan ad hoc terdiri dari panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Sebelumnya, mereka mengikuti rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum bertugas saat pemungutan suara, 9 Desember 2020.

Dari rapid test itu, ada seribuan petugas yang hasilnya reaktif. Alhasil, seribuan petugas itu harus melakukan tes usap atau swab test. Berdasarkan informasi yang Solopos.com himpun, Kamis (26/11/2020), belasan anggota badan ad hoc yang positif Covid-19 itu dari wilayah Juwiring, Ceper, serta Wonosari.

Sebulan Naik 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Ancam Tutup Pusat Kuliner

Mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Camat Juwiring, Herlambang Jaka Santosa, mengatakan ada 10 anggota badan ad hoc penyelenggara Pilkada Klaten asal Juwiring yang positif Covid-19 hingga Kamis (26/11/2020).

Sebelumnya ada 1.043 anggota badan ad hoc penyelenggara pemilu asal Juwiring yang mengikuti rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 108 orang hasilnya reaktif.

“Kemudian yang reaktif itu mengikuti swab. Hasilnya ada 10 orang yang positif Covid-19. Kemarin [Rabu (25/11/2020)] ada enam orang dan hari ini [Kamis (26/11/2020)] ada empat orang,” kata Herlambang yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Juwiring kepada Solopos.com, Kamis.

Dirikan Perusahaan 2 Hari Sebelum Izin Ekspor Benur Dikeluarkan, Fahri Hamzah Mengaku Tahu Rencana Edhy Prabowo

Isolasi Mandiri

Herlambang menjelaskan 10 orang anggota badan ad hoc Pilkada Klaten yang positif Covid-19 itu bertugas pada pos yang beragam. Ada yang bertugas sebagai PPS, KPPS, serta linmas.

Seluruh anggota badan ad hoc yang positif corona itu kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Iya, mereka OTG [orang tanpa gejala]. Tindak lanjutnya kami berkoordinasi dengan gugus tugas desa serta RW untuk penyemprotan disinfektan serta sosialisasi,” jelas Herlambang.

Selanjutnya, Herlambang menambahkan kaitannya isolasi mandiri ia koordinasi dengan gugus tugas tingkat RW masing-masing membantu agar mereka agar jangan sampai terjadi pengucilan. Kemudian petugas juga melakukan tracing kontak erat.

Wali Kota Solo Minta Jokowi Angkat Lagi Susi Pudjiastuti Jadi Menteri

Camat Ceper, Supriyono, mengatakan ada tiga anggota KPPS Pilkada Klaten yang positif Covid-19. Mereka dan anggota badan ad hoc lainnya dari wilayah Ceper menjalani rapid test pada pekan lalu. Hasilnya ada 64 orang yang reaktif hingga harus menjalani swab test.

“Ada 64 orang yang hasilnya reaktif kemudian menjalani swab. Hasilnya ada tiga orang KPPS yang terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” jelas Supriyono.

Camat Wonosari, Muh Nur Rosyid, mengatakan ada 125 tempat pemungutan suara (TPS) di Wonosari. Sementara badan ad hoc penyelenggara pemilu yang mengikuti rapid test sekitar 875 orang.

Kaya Batuan dan Fosil Purba, Pemkab Klaten Rencanakan Desa di Bayat dan Wedi ini Jadi Geopark

Sempat Terkendala

Sementara itu, ada empat anggota KPPS Pilkada Klaten dari tiga desa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keempat anggota KPPS itu kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Anggota KPU Klaten Divisi Teknis Penyelenggara, Samsul Huda, mengatakan total ada 25.564 anggota KPPS, PPS, serta PPK yang mengikuti rapid test. Mereka terdiri dari sembilan orang KPPS termasuk dua petugas linmas pada masing-masing TPS.

Pada Pilkada Klaten 2020 ada 2.550 TPS. Petugas PPS masing-masing desa/kelurahan sebanyak enam orang hingga jumlah totalnya ada 2.406 anggota PPS. Selain itu ada 208 anggota PPK dengan perincian delapan orang untuk setiap kecamatan.

Kecelakaan Maut di Timuran Solo: Identitas Pengendara MX King Masih Misteri

Samsul mengatakan para anggota badan ad hoc Pilkada Klaten yang positif Covid-19 wajib melakukan isolasi hingga terbebas dari Covid-19. “Kami minta isolasi sampai hasilnya negatif. Kalau sampai hari H [Pilkada 2020] masih positif, baru kami lakukan penggantian. Saat ini kami perkirakan masih cukup untuk isolasi,” tuturnya.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan pengujian hasil swab test dari Klaten termasuk dari seribuan petugas badan ad hoc itu sempat terkendala. Sampel yang harus diuji di laboratorium RS UNS menumpuk.

“Di UNS sempat tidak bisa masuk dua hari. Kemudian kami cari terobosan dan dapat akses [pengujian sampel] RSUD dr Moewardi. Ada 600-an lebih sampel kami kirim ke sana dan kami menunggu hasilnya. Kami sudah menghitung dan perkirakan cukup untuk mereka yang positif bertugas [pada hari pemilihan]. Karena masa inkubasi itu kan selama 14 hari, insyaallah sebelum pemilihan sudah sembuh,” urainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom