Belasan peserta mengikuti lomba tata rias pengantin gaya Solo di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Minggu (6/10/2019). (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ruang Stasiun Penguapan di bekas Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, dipenuhi pengunjung, Minggu (6/10/2019).

Ruang di gedung yang telah berganti nama menjadi De Tjolomadoe menjadi saksi adu terampil tangan-tangan ahli rias pengantin.

Koordinator Lapangan Festival Rias Pengantin Nusantara 2019, Eko Suroso, mengatakan belasan ahli tata rias pengantin ini itu tengah mengikuti lomba tata rias pengantin.

Acara yang digelar sejak Sabtu (5/10/2019) hingga Minggu (6/10/2019) ini merupakan rangkaian acara peringatan hari jadi ke-102 Kabupaten Karanganyar. Acara itu digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar.

Baca juga:Karanganyar Usulkan 2 Upacara Adat Ini Jadi Warisan Budaya Tak Benda

“Acara ini melibatkan peserta dari 17 kecamatan se-Karanganyar, mereka merupakan tim penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Karanganyar. Kami juga melibatkan Harpi [Himpunan Rias Pengantin Indonesia] Melati Karanganyar sebagai narasumber,” ujar dia ketika ditemui di sela-sela acara di De Tjolomadoe, kemarin sore.

Kasi Pembinaan Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda dan Olahraga Karanganyar ini mengatakan kendati jumlah kecamatan di Karanganyar ada 17, peserta lomba tata rias pengantin ada 18 orang.

Pada lomba rias pengantin pakem Solo putri ini tuan rumah Colomadu mengirimkan dua peserta. Menurut dia, lomba tata rias pengantin pakem Solo ini untuk mengembalikan rias pengantin gaya Solo.

Baca juga: Kenalkan Asminah, Akses Informasi 24 Jam PN Karanganyar Via Whatsapp

Selama ini banyak perias pengantin yang rancu mencampuradukkan rias gaya Solo dan Jogja. Kegiatan ini sekaligus untuk menarik minat kaum milenial terhadap budaya Jawa, khususnya Solo.

Karena itu di masa mendatang acara serupa akan digelar rutin. Selain acara rias pengantin, pada Sabtu lalu digelar parade pengantin diikuti 17 pasang dengan berbagai tema.

Ada yang bergaya Maluku, Bali, Sumatra, Jawa, dan sebagainya. Harapannya generasi milenial mengetahui budaya Nusantara, setidaknya budaya Karanganyar yang dinilai kaya kreasi ini.

Panitia menyediakan tempat stan pameran untuk mendisplay produk para pelaku ekonomi kreatif, menyuguhkan akustik band dan sebagainya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten