Tutup Iklan

Belalang Goreng Khas Gunung Kidul Jadi Buruan Wisatawan, Berani Coba?

Di Kabupaten Gunung Kudul, belalang justru menjadi kudapan khas masyarakat setempat dan tidak sedikit yang mencarinya.

 Belalang Goreng Gunung Kidul (Instagram/@kulinerjogja)

SOLOPOS.COM - Belalang Goreng Gunung Kidul (Instagram/@kulinerjogja)

Solopos.com, GUNUNG KIDUL— Belalang merupakan serangga yang kerap dianggap sebagai hama tanaman oleh kelompok petani karena sering merusak tanaman padi hingga menyebabkan gagal panen. Namun di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belalang justru menjadi kudapan khas masyarakat setempat dan tidak sedikit yang mencarinya.

Mengutip Detik.com, Selasa (20/7/2021), Sukir  sebagai salah satu penjual belalang goreng asal Wonosari mengatakan selama libur panjang, banyak wisatawan yang membeli belalang goreng yang sudah dikemas dalam stoples bening. Dia mengatakan permintaan bisa mencapai 5 kg  per harinya.

Dari yang biasanya menjual 5-6 stoples, pada musim liburan dirinya bisa menjual 19 stoples dan dalam satu jam langsung habis. Sukri juga mengatakan bahwa 1 kg belalang mentah bisa digoreng menjadi 9 stoples. 1 stoples dijual Rp 30.000. Belalang Goreng yang dijual pun hadir dalam dua rasa, yakni pedas manis dan gurih.

Baca Juga: Pedagang Pasar Water Sambat Sepi Pembeli Saat PPKM Darurat

Untuk menarik minat pembeli, Sukir menerima penggorengan di tempat sehingga belalang goreng yang dijual masih renyah. Untuk belalang mentah, dia harus mendatangkan dari luar daerah, seperti dari Kulonprogo, Cilacap, dan Kebumen. Sementara belalang asli Gunung Kidul sudah sukar dicari. Harga belalang mentah atau hidup dijual dengan harga Rp 150.000/kg.

Belalang yang digoreng sendiri adalah jenis belalang kayu yang hidup di dahan pohon jati dan semak. Bumbu yang digunakan untuk menggoreng belalang goreng juga sederhana, yaitu bawang putih, tumbar, garam. Untuk rasa pedas bisa ditambakan cabai. Sebelum digoreng, belalang harus dibersihkan dari kotoran yang ada di dalam tubuh belalang.

Setelah itu belalang  digoreng hingga kering, kemudian dimasak bersama bumbu cabai untuk rasa belalang goreng yang pedas manis. Seluruh bagian tubuh belalang bisa dinikmati,  termasuk kepala dan kakinya.

Baca Juga: Cegah Klaster Covid-19, Warga Diimbau Hindari Makan Bersama

Olahan belalang goreng ini bisa bertahan hingga satu bulan, sehingga cocok menjadi oleh-oleh jika berkunjung ke Gunung Kidul. Selain sebagai kudapan, belalang goreng ini juga sangat nikmat disantap dengan nasi hangat dan juga sambal bawang.

Belalang sendiri mengandung protein yang sangat tinggi sehingga bagi yang memiliki alergi, sebaiknya berhati-hati saat memakannya karena bisa menimbulkan reaksi, seperti bentol-bentoll dan ruam pada kulit.

Penjual belalang goreng sendiri bisa dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan Gunung Kidul, seperti di jalan utama Jalan Yogyakarta-Gunung Kidul di Desa Bunder Kecamatan Patuk dan Semani di jalur Gunung Kidul arah timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiiri, Jawa Tengah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Masuk Yogyakarta, Bus Pariwisata Bakal Diperiksa Ketat

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bakal memperketat pengawasan terhadap bus pariwisata yang masuk ke daerahnya.

Sejumlah Kampus di Jogja Belum Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum merencanakan kuliah tatap muka di kampus pada masa pandemi Covid-19.

Petani Tembakau di Sleman Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Asosiasi petani tembakau di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak rencana pemerintah yang akan menerapkan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada 2022.

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.

2 Pabrik Pil Koplo di Yogya Digerebek, Produksi 2 Juta Pil Per Hari

Aparat kepolisian mengungkap kasus peredaran pil koplo di Yogyakarta, di mana terdapat dua pabrik yang memproduksi dengan kapasitas 2 juta pil per hari.

Pengacara Terdakwa Satai Beracun Minta Nani Dibebaskan

Pengacara terdakwa sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, menyebut pasal yang didakwakan JPU dinilai kabur dan tidak sesuai.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Jangan Sampai Terlambat Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan oleh peserta.

JPU Tuntut Terdakwa Klitih Kotagede Jogja, Penjara 1 Tahun 7 Bulan 

JPU menilai terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan klitih hingga mengakibatkan korban KS, 16, mengalami luka berat.

Awas! Batu Raksasa Jebol Rumah Warga di Prambanan Sleman

Peristiwa batu raksasa yang menimpa rumah warga tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Dusun Jali.

Pemkot Jogja Luncurkan Kampung Wisata Melayani Melalui Aplikasi

Pemkot Jogja terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi wisawatan untuk berkunjung ke Kota Gudeg tersebut.

Terbebani Biaya Operasional, Gembira Loka Zoo Hanya Buka Akhir Pekan

Gembira Loka Zoo mulai pekan depan hanya buka pada Sabtu dan Minggu.

Dispar Sleman: Hoax 35 Objek Wisata di DIY Sudah Buka

Beredar kabar di media sosial terkait 35 destinasi wisata di wilayah DIY dan sekitarnya yang sudah beroperasi, Dinas Pariwisata Sleman menyebut itu kabar bohong atau hoax.

Gegara Dendam Pribadi, Pegawai Angkringan Pendopo Lawas Ditusuk

Seorang pegawai angkringan di Jogja jadi korban penusukan oleh warga yang diduga menaruh dendam. Pelaku kini sudah ditangkap.

Saluran Irigasi Peninggalan Belanda Jebol, Ini Nasib Lahan Pertanian di Kulonprogo

Saluran irigasi peninggalan Belanda yang jebol berada di Dusun Pantog Wetan, Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo.