Belajar Islam: Mencintai Rasulullah itu Sempurnakan Iman
FOTO SEKATEN SOLO : Abdi Dalem Keraton Lakukan Jamasan Meriam Pusaka

Solopos.com, SOLO — Bulan maulud saat terjadinya Maulid Nabi menjadi momentum penting bagi umat Islam. Saat inilah waktu tepat memperdalam pelajaran Islam, agar bersemagat mencintai Rasulullah dan menyempurnakan iman.

Pada bulan Maulud itu umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dengan berbagai cara seperti dzikir, dan shalawatan. Pada bulan ini Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Tepatnya di hari Senin, 12 Rabiul Awal, tahun Gajah (‘am al-fil) atau tahun ini jatuh pada Kamis (29/10/2020).

Penceramah Majelis Ar Raudhah Solo, Habib Muhammad Al-Habsyi saat mengisi kajian Senin (19/10/2020), mengatakan pentingnya mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam mencintai Rasulullah SAW bukan hanya anjuran, tetapi wajib sebagai syarat sempurnanya iman.

Irene Red Velvet Minta Maaf Gara-Gara Kasar ke Editor dan Stylist

Nabi pernah bersabda; “Barang siapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali,” (HR Muslim). Hadis tersebut mengisyaratkan bahwa Allah SWT senantiasa melindungi dan merahmati mereka yang bershalawat kepada Nabi. Bahkan dengan memperbanyak shalawat, mempermudah setiap urusan duniawi.

Dikisahkan dulu di zaman Bani Israil ada seorang hamba penuh dosa yang bermaksiat kepada Allah selama 200 tahun. Ketika meninggal, seharusnya diseret kemudian dilempar ke tempat sampah. Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Musa untuk ke luar rumah, menyalatkan, dan memperlakukan jenazah dengan baik.

Selawat Nabi

Allah kemudian berfirman benar bahwa mendiang adalah pendosa. Tetapi mendiang punya satu kelebihan. Kelebihan tersebut yakni ketika mendapati Kitab Taurat dan melihat nama Nabi Muhammad, dia langsung mencium, meletakkan di kedua matanya, lalu berselawat atas Nabi Muhammad SAW. Kerena mencintai Rasulullah, Allah mengampuni dosanya dan menikahkan dengan tujuh bidadari di surga kelak. “Bagi yang memuliakan Rasulullah SAW, Allah pasti menurunkan rahmadnya,” tambah Habsyi.

Member Running Man Jeon So-Min Dikecam Penggemar Blackpink

Habsyi mengatakan bahwa Allah memilih Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan atau model kehidupan yang harus ditiru. Sebagaimana difirmankan Allah dalam Quran Surat (QS) al-Ahzab ayat 21. Surat tersebut artinya; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Dengan sifatnya sebagai uswatun khasanah, semua yang ada dalam diri Rasulullah SAW bisa diteladani. Tak hanya soal keberhasilan, tapi juga beberapa cerita kegagalan yang akhirnya jadi hikmah besar bagi umat muslim.

Misalnya hikmah kalah perang. Karena umatnya tidak akan selalu menang perang, jika kalah bisa meniru sikap nabi menghadapinya. “Jadi ketika kita ini merasa hidup susah penuh masalah dan ada problem berarti kurang kenal sama Nabi. Susahnya kita belum ada seujung kukunya dengan yang dialami Nabi. Rasululullah sejak lahir tidak punya ayah, usia enam ibunya meninggal dunia. Usia delapan kakeknya meninggal dunia. Diusir pernah, cobaan pembunuhan pernah, kena panah pernah,” jelas Habsyi.

Toyata Kenalkan New Fortuner dan New Kijang Innova di Soloraya

Kendati banyak ujian, para sahabat meriwayatkan bahwa Nabi selalu menebar senyum. Nabi memiliki akhlak mulia. Pada zaman dulu di masa peperangan selalu mengutamakan perdamaian. Jika melihat lawannya megucapkan syahadad pasti batal diperangi. Aturan perang lainnya yang diberlakukan Nabi adalah tidak boleh mengenai perempuan, dan anak kecil.

Bukan Wajah Pendusta

Habsyi bercerita soal tokoh Yahudi pada zaman dulu. Si tokoh Yahudi ini mengatakan bahwa wajah Nabi Muhammad SAW bukanlah wajah pendusta, tapi memimpin semua rasul. Wajahnya selalu menebarkan salam kasih, dan menyambung tali silaturahmi.

Ketika berbicara seperti melihat untaian berlian yang berjatuhan, tinggi proporsional, perjumpaan dengan nabi selalu membuat orang terkenang meskipun singkat.

Inilah Situs-Situs Streaming Legal Subtitle Indonesia Anime Jepang

Disebutkan bahwa sunah Nabi Muhammad SAW yang paling utama untuk diikuti oleh kaum muslimin adalah akhlak mulia. Hal itu kemudian dipertegas dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Hadis tersebut berbunyi; orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.

Dilansir dari Islam.nu.or.id, Imam al-Ghazali menjelaskan orang yang menyandang khuluq al-hasan adalah orang yang mampu meletakan secara proposional dan membagi secara adil mana hak dunia dan hak akhirat. Akhlak seperti inilah yang ditunjukan Rasulullah SAW kepada umatnya.

Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah cerminan Alquran. Bahkan beliau sendiri adalah Alquran hidup yang hadir di tengah-tengah umat manusia. Membaca dan menghayati akhlak beliau berarti membaca dan menghayati isi kandungan Alquran. Itulah kenapa Siti Aisyah berkata akhlaq Nabi adalah Alquran.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom