Siswa TK Santo Bernadus memberikan jajanan kepada siswa dan siswi TK ABA I Madiun, Selasa (14/5/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Toleransi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam hidup bernegara di Indonesia. Karena Indonesia memiliki beragam tradisi, suku, budaya, bahasa, dan agama yang dianut masyarakatnya.

Memperkenalkan sikap toleransi kepada anak-anak sejak dini penting dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh murid Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Madiun. Puluhan murid TK dari TK Katolik Santo Bernadus Madiun dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) I Madiun bermain bersama di dalam satu ruang.

Belasan anak-anak dari TK ABA I Madiun yang beralamat di Jl. Sikatan, Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (14/5/2019) pagi, mendatangi kompleks pendidikan Katolik Santo Bernadus di Jl. A. Yani, Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Anak-anak TK ABA I mengenakan pakaian muslim dengan kerudung bagi anak perempuan dan berpeci bagi anak laki-laki. Kedatangan mereka disambut hangat oleh puluhan anak-anak dan guru dari TK Katolik Santo Bernadus.

Suara musik angklung yang dimainkan anak-anak TK Santo Bernadus menyambut kedatangan anak-anak TK ABA I. Selanjutnya tari-tarian juga disajikan dalam penyambutan itu.

Kemudian mereka membaur satu sama lain di satu tempat teras sekolah. Mereka saling tertawa dengan tingkah polah yang menggemaskan. Di satu momen, mereka juga saling bersalaman saat hendak berpamitan dan pulang.

Kedatangan anak-anak TK muslim ke sekolah Katolik itu tentu menjadi sesuatu yang istimewa. Terlebih bagi pengelola sekolah.

Kepala TK Santo Bernadus Madiun, Imelda Gurita Ulamsari, mengatakan kehadiran anak-anak dari TK Islam tersebut merupakan momen spesial dan sebuah hadiah bagi anak-anak TK Santo Bernadus. Karena kedatangan anak-anak dari TK Islam itu baru pertama kali terjadi.

"Kehadiran mereka di sini itu sudah menjadi hadiah bagi kami. Ini tanda cinta. Itu hal luar biasa," kata dia.

Kedatangan belasan anak-anak TK ABA ini merupakan balasan atas kunjungan yang dilakukan anak-anak TK Santo Bernadus pada beberapa hari lalu. Menurut Imelda, kedatangan mereka semakin meneguhkan bahwa kita semua merupakan saudara dalam bingkai Indonesia.

Di kelas, penanaman pendidikan karakter dan toleransi antarumat beragama selalu diajarkan kepad para siswa. Tidak hanya melalui teori saja, tetapi juga terimplementasi melalui kegiatan sehari-hari.

"Pendidikan karakter ini penting bagi anak-anak. Karena anak-anak itu akan terjun ke masyarakat. Ini menjadi modal kuat dalam kehidupan berbangsa," ujarnya.

Untuk menghormati umat Islam yang berpuasa, kata Imelda, pihaknya juga tidak menyajikan makanan maupun minuman apa pun kepada seluruh tamu. Ini karena untuk menghargai umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Kami memang sengaja tidak menyediakan suguhan. Tetapi saat pulang, kami memberikan bingkisan makanan untuk berbuka puasa," kata dia.

Salah satu guru TK ABA I Madiun, Setyoningsih, menyampaikan kegiatan kunjungan ke TK Katolik ini sebagai salah satu pendidikan karakter bagi para siswa. Menurutnya menanamkan sikap toleransi kepada umat beragama lain sangat penting sebagai modal untuk bermasyarakat.

"Kerukunan itu perlu. Melalui kegiatan ini. Kita ingin menyampaikan bahwa kita ini saling menyayangi," kata dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten