Tutup Iklan
Faisal Lamor/Istimewa

Solopos.com, SOLO -- Saya dibesarkan dari lingkungan perdesaan di Thailand. Saya tidak pernah bergoyang dan menyanyi, apalagi mendengar musik. Pada 23 September 2019, saya mengikut program siaran pedesaan di Boyolali bersama rombongan RRI Surakarta.

Di sana, saya diajak menyanyi dan bergoyang. Saya hanya bisa membatu dan saat itu rasanya malu sekali. Peristiwa memalukan di Boyolali membuat saya ingin bisa menyanyi lagu dalam bahasa Indonesia. Sewaktu pulang dari Boyolali, saya diantar sampai pintu gerbang Kampus I Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Saya berjalan kaki ke tempat indekos di Jl. Menco, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo. Saat itu saya melewati sebuah warung yang memutar lagu Salah Apa Aku oleh Ilir7. Lirik yang saya dengar yaitu Entah apa yang merasukimu/ Hingga kau tega mengkhianatiku/ Yang tulus mencintaimu.

Saya tertarik dengan syair lagu itu. Lagu bertemakan asmara dan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Kelihatannya lagu ini lebih banyak menggunakan kata kerja daripada menggunakan kata-kata ajektif atau kata benda. Lagu ini istimewa sekali.  Saya menghafal lagu ini. Lalu, saya meneliti makna yang disampaikan kepada para pendengar. Saya mencoba menghitung kata-kata yang digunakan dalam lagu itu.

Ternyata terdapat tujuh kata benda dan 11 kata kerja yang diulang berkali-kali. Kata-kata benda tersebut adalah ”cinta”, ”kamu/mu”, ”aku/ku”, ”dia”, ”diriku/dirinya”, dan ”kau”. Kata-kata kerja dalam lagu itu adalah ”tipu”, ”bohong”, ”membagi”, ”khianat”, ”menyakiti”, ”mencintai”, ”sia-siakan”, ”menyayang”, ”percaya”, ”berubah”, dan ”kecewa”.

Saya mengerti semua arti kata dalam lagu Salah Apa Aku secara tersurat dan tersirat. Saya pernah ikut kelas mata kuliah Semantik. Bahasa Indonesia mempunyai sinonim, antonim, makna denotatif, dan makna konotatif seperti bahasa Inggris. Macam-macam makna kata yang disebutkan itu mungkin akan memengaruhi tanggapan para pendengar.

Bait pertama yang saya dengar berbunyi: Aku percaya kamu/ Tapi lagi-lagi kau bohongiku/ Kau telah tipu aku. Di sini terdapat dua kata yang sinonim yaitu ”bohong” dan ”tipu”. Pada bait kedua dan bait keempat terdapat sinonim ”menyayangi” dan ”mencintai”. Kata sinonim memang digunakan untuk menghindari rasa bosan para pendengar sekaligus memperkaya kosakata pada lirik lagu.

Sinonim Menarasikan

Secara keseluruhan lagu ini mempunyai arti yang padat meskipun bahasanya mudah dan berulang-ulang. Kondisi kata sinonim yang terlibat bisa menarasikan penulis lagu seolah-olah ingin menguatkan pengertian dari kata tersebut (sinonim). Sama fungsi saja seperti taukid dalam bahasa Arab. Penulis lirik lagu ingin menekankan arti kata, maka dia menggunakan sinonim. Biasanya pengertian yang di-taukid-kan itu merupakan hal yang penting/serius.

Dengan berpandukan kata sinonim atau taukid dalam bahasa Arab, saya menafsirkan bahwa penulis lirik sangat menyayangi kekasihnya, tapi sang kekasih tidak mencintai dia. Sang kekasih menipu dan membohongi dia. Kita bisa menyaksikan bukti ini dalam klip video ketika penyanyi berkunjung ke kebun bersama kekasihnya dan ke rumah kekasihnya untuk memberi bunga mawar.

Dia sanggup menghabiskan masa luang dan uang demi kebahagiaan kekasihnya tapi dia dibohongi oleh kekasihnya. Sang perempuan menipu penyanyi dengan kelakuan dan omongan yang penuh kemesraan. Sang perempuan pura-pura mencintai pacar barunya sedangkan ia tidak punya keikhlasan terhadap kekasih.

Terakhir, sang perempuan membohongi dirinya sendiri. Kehidupan sang cewek mungkin tidak pernah mencapai cinta sejati karena dia sering berganti laki-laki, padahal dari sudut kenyataan, tidak ada laki-laki sempurna. Pasti ada yang cacat dari suatu sudut, misalnya keuangan, kecakapan, warna kulit, kesehatan, dan lain-lain.

Seorang ahli psikologi mengatakan perselingkuhan bisa dikaitkan dengan teori ”anak naga mencari sarang”. Sang anak naga akan mencari sarang berupa gua. Semakin membesar ia semakin susah hidup dalam sarang. Ia mesti mencari sarang baru yang lebih padan/cocok. Ia akan mencari sarang lagi sehingga ia dewasa, berkeluarga, dan tua. Begitulah dengan cinta anak muda zaman now.

Mereka berpacaran terus, lalu menduakan pacarnya yang  dulu. Mereka mempunyai banyak pacar sebelum menikah dan setelah menikah dia hanya mempunyai istri satu orang. Ngapain mereka berpacaran banyak-banyak? Mungkin ada yang bilang sering berpacaran karena ingin mencari jodoh.

Cinta antara laki-laki dan perempuan merupakan naluri manusia. Apabila manusia sudah dewasa ia harus melahirkan generasi baru supaya manusia terus berkembang demi kemajuan dan masa depan bangsa. Untuk mencapai tujuan itu, orang-orang harus melewati masalah pacaran dengan bijaksana.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten